Pemkab Pidie Jaya Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran Dayah Istiqamatuddin Rauzatul Jannah
Britananew || PIDIE JAYA – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P3A) menyalurkan bantuan masa panik kepada Dayah Istiqamatuddin Rauzatul Jannah di Gampong Blang Kuta Barat, Kecamatan Bandar Dua, Rabu (5/8/2026), menyusul kebakaran yang menghanguskan sejumlah bangunan Fasilitas Belajar Mengajar di kompleks pesantren tersebut.
Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Pidie Jaya, Sibral Malesy, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sebagai bentuk respons cepat pemerintah terhadap musibah yang terjadi pada Selasa (4/8/2026).

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.23 WIB. Api diduga pertama kali muncul dari salah satu balai pengajian dan sementara diduga dipicu korsleting listrik.
Kobaran api dengan cepat merambat ke bangunan lain yang sebagian besar berbahan mudah terbakar.
Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya satu unit rumah, dua balai pengajian, empat bilik santri, satu unit genset, tiga sepeda motor, serta sejumlah kitab dan perlengkapan belajar mengajar hangus terbakar. Kerugian material masih dalam proses pendataan.
Saat kejadian, sekitar 60 santri berada di lingkungan dayah. Berkat kesigapan para santri, warga, dan personel Pemadam Kebakaran Kecamatan Bandar Dua, api berhasil dipadamkan sebelum meluas ke bangunan lainnya.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Dinas Sosial P3A Pidie Jaya melalui Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos). Lansung Menyiapkan Bantuan terutama Kebutuhan Dasar Korban, Bantuan Masa Panik tersebut disiapkan setelah Posko Taruna Siaga Bencana (Tagana) Pidie Jaya menerima laporan kejadian.
Ketua Forum Tagana Pidie Jaya, Hendrwan Nugroho, kemudian mengerahkan personel untuk menyiapkan dan mendistribusikan logistik ke lokasi.
Bantuan yang disalurkan meliputi seng, tripleks mika, mukena, jilbab, family kit, handuk, selimut, kain sarung, serta bantuan dari APBN berupa lima paket sembako dan 20 karung beras masing-masing seberat lima kilogram.
Hingga penyaluran bantuan berlangsung, jumlah warga terdampak sementara tercatat mencapai 60 jiwa dan masih dalam proses pendataan.
Meski sebagian fasilitas pesantren rusak akibat kebakaran, aktivitas belajar mengajar para santri dilaporkan mulai kembali berjalan dengan memanfaatkan lokasi belajar darurat.
Turut hadir dalam penyerahan bantuan tersebut Plt.Kepala Dinas Sosial P3A Pidie Jaya, Azhariadi (akrab disapa Ari Khan), Kepala Pelaksana BPBD Pidie Jaya, Ketua PMI Pidie Jaya, Camat Bandar Dua, serta unsur Forkopimda setempat. *[TU]












































