Britananews.com|BIREUEN — Aktivitas pengambilan batu gajah di kawasan Pante Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, Aceh, dipertanyakan warga. Material yang disebut berasal dari kawasan sungai itu diduga dikeruk, kemudian diangkut menggunakan dump truck melalui akses yang juga digunakan masyarakat.( Sabtu/05/2026)
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap lingkungan dan infrastruktur. Warga menilai lalu lintas kendaraan bermuatan berat berpotensi mempercepat kerusakan badan jalan sekaligus memberikan tekanan terhadap jembatan penghubung yang selama ini menjadi akses masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi yang beredar menyebut kegiatan tersebut diduga berkaitan dengan seseorang bernama Wahyu. Kendati demikian, informasi mengenai kepemilikan atau pengelolaan kegiatan tersebut belum terverifikasi dan harus dibuktikan melalui pemeriksaan dokumen, keterangan pihak terkait serta penelusuran instansi berwenang.
Pengerukan Sungai Jadi Sorotan
Masyarakat meminta pemerintah dan aparat memastikan apakah pengambilan material telah memiliki dasar hukum serta memenuhi persyaratan teknis dan lingkungan.
Jika pengerukan benar dilakukan pada kawasan sungai, pemeriksaan lapangan dinilai penting untuk mengetahui kondisi alur air, kestabilan tebing, perubahan kontur, potensi erosi hingga dampaknya ketika debit sungai meningkat.
Persoalannya bukan hanya berapa banyak material yang telah diambil, melainkan apakah kegiatan tersebut mengganggu fungsi sungai dan meningkatkan risiko bagi warga di sekitarnya.
Jembatan Warga Perlu Diperiksa
Penggunaan jembatan masyarakat oleh kendaraan pengangkut batu juga menjadi perhatian.
Instansi teknis diminta mengecek daya dukung konstruksi, kondisi lantai serta kesesuaian beban kendaraan dengan kemampuan jembatan. Langkah tersebut penting dilakukan sebelum muncul kerusakan yang lebih serius.
Apabila hasil pemeriksaan menyatakan kendaraan tertentu tidak memenuhi batas kemampuan jembatan, penggunaannya sebagai jalur angkutan harus segera dihentikan atau diatur sesuai ketentuan.
Jalan Rusak, Siapa Bertanggung Jawab?
Warga juga mempertanyakan dampak kendaraan berat terhadap jalan yang mereka gunakan sehari-hari.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kerusakan berkaitan dengan aktivitas pengangkutan material, pihak yang bertanggung jawab harus melakukan pemulihan sesuai aturan. Infrastruktur publik tidak semestinya menjadi beban masyarakat hanya karena digunakan untuk kepentingan usaha.
Aparat Diminta Telusuri Sampai ke Pengelola
Masyarakat berharap pemeriksaan tidak berhenti pada pekerja dan sopir kendaraan. Aparat diminta menelusuri pihak yang berada di balik kegiatan tersebut berdasarkan bukti yang sah.
Hal yang perlu diperiksa antara lain:
legalitas pengambilan batu gajah;
status dan lokasi kegiatan;
dokumen atau persetujuan lingkungan;
dasar teknis pengerukan;
volume material yang telah diambil;
jumlah serta jenis kendaraan pengangkut;
tujuan pengiriman dan pihak penerima material;
kondisi sungai dan infrastruktur terdampak;
pihak yang memiliki atau mengendalikan kegiatan.
Jika seluruh persyaratan telah dipenuhi, masyarakat meminta penjelasan yang transparan. Sebaliknya, apabila ditemukan pelanggaran, proses penindakan harus dilakukan sesuai hukum.
Dugaan keterlibatan pihak tertentu maupun oknum juga harus dibuktikan melalui penyelidikan, bukan hanya berdasarkan informasi yang berkembang di lapangan.
Jangan Tunggu Infrastruktur Ambruk
Masyarakat Pante Karya meminta Pemerintah Kabupaten Bireuen, kepolisian dan instansi teknis segera turun melakukan pemeriksaan terpadu.
Sungai harus dipastikan tetap berfungsi, jalan tidak dibiarkan rusak dan jembatan harus dinyatakan aman sebelum terus digunakan kendaraan bermuatan berat.
Warga tidak menolak kegiatan usaha. Yang dipersoalkan adalah apabila aktivitas tersebut berjalan tanpa kejelasan legalitas dan kemudian menimbulkan dampak yang harus ditanggung masyarakat.
Jika kegiatan itu legal, tunjukkan izinnya. Jika ditemukan pelanggaran, tindak sesuai aturan. Jangan menunggu jalan hancur atau jembatan ambruk baru pemerintah bergerak.
(TIM)












































