Padusi Tapa: Ketangguhan Seorang Istri Prajurit Mengolah Tradisi Menjadi Kekuatan Ekonomi

SAMSUL EDY S.HUT.,M.Kv

- Redaksi

Rabu, 29 April 2026 - 11:39 WIB

50175 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Britana.com || Di balik kesuksesan sebuah usaha kecil yang tumbuh dari potensi lokal, selalu ada sosok perempuan tangguh yang bekerja dengan hati. Dialah Sinar Hayani, perempuan yang tak hanya setia mendampingi pengabdian suami sebagai prajurit TNI AD, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi ekonomi kreatif melalui usaha berbasis sereh wangi di Tapaktuan, Aceh Selatan.

Padusi Tapa: Ketangguhan Seorang Istri Prajurit Mengolah Tradisi Menjadi Kekuatan Ekonomi

Lahir dengan nama kecil Sinar Hayani, ia menikah dengan Sertu Sutrisno Wijoyo (NRP 31040237530384) pada 30 Maret 2007. Saat awal pernikahan, sang suami masih berpangkat Pratu dan bertugas sebagai Bak Duk Pok Koki Kipan C Yonif 115/ML Rem 012/TU. Kini, dengan amanah sebagai Babinsa Koramil 01 Tapaktuan Kodim 0107/Asel, perjalanan pengabdian suami turut menjadi bagian dari dinamika kehidupan yang ia jalani sebagai anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIX Dim 0107/Asel Koorcab Rem 012 PD Iskandar Muda.

Belajar Kuat dari Kehidupan Persit

ADVERTISEMENT

Banner Web

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menjadi seorang anggota Persit bukanlah peran yang mudah. Ada kebanggaan, tetapi juga pengorbanan.

Sinar Hayani merasakan betul hangatnya kekeluargaan dalam lingkungan Persit. Baginya, kebersamaan di asrama, saling mendukung dalam kegiatan organisasi, serta kesempatan untuk ikut berkontribusi adalah kebahagiaan tersendiri. Ia bangga bisa mendampingi suami dalam setiap penugasan sekaligus tetap berkarya.

Padusi Tapa: Ketangguhan Seorang Istri Prajurit Mengolah Tradisi Menjadi Kekuatan Ekonomi

Namun di balik itu, ada duka yang harus dijalani dengan lapang dada. Seorang anggota Persit harus selalu siap ditinggal tugas, membatasi ruang gerak, serta menahan rindu demi tugas negara. Perubahan peran setelah menikah menuntutnya untuk menjadi pribadi yang lebih kuat, mandiri, dan kreatif.

Padusi Tapa: Warisan Keluarga yang Dikembangkan dengan Inovasi

Semangat itulah yang kemudian ia tuangkan dalam usaha Padusi Tapa, sebuah UMKM berbasis keterampilan olahan sereh wangi. Usaha ini sebenarnya merupakan warisan keterampilan dari keluarga, namun melalui sentuhan kreativitas dan dukungan organisasi Persit, ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih modern dan bernilai ekonomi.

Sejak tahun 2020, ia mulai memasarkan minyak sereh wangi agar komoditas lokal Aceh Selatan memiliki nilai tambah. Proses produksinya tetap mempertahankan cara tradisional — merebus 7–8 kilogram sereh selama sekitar 12 jam hingga menghasilkan minyak berkualitas.

Tak berhenti pada satu produk, inovasi terus dilakukan. Kini Padusi Tapa menghadirkan berbagai varian, di antaranya minyak sereh wangi, lilin aromaterapi, sabun aromaterapi, pembersih lantai berbahan sereh, sabun cuci piring sereh, roll-on sereh.

Produk-produk tersebut dikenal bukan hanya karena aromanya yang segar dan menenangkan, tetapi juga manfaat alaminya, seperti membantu mengusir nyamuk dan aman di tangan.

Menggerakkan Ekonomi Lingkungan

Usaha yang beralamat di Tapaktuan, Aceh Selatan ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan keluarga, tetapi juga melibatkan masyarakat sekitar melalui kelompok usaha.

Dalam tiga bulan terakhir, penjualan mencapai sekitar 120 produk dengan omzet Rp4–5 juta. Produk Padusi Tapa juga telah mengantongi izin P-IRT sejak 2023 dan terus berproses menuju perizinan BPOM.

Pemasarannya masih berfokus di wilayah Tapaktuan melalui jaringan Persit, mitra Kodim, instansi pemerintah, perbankan, serta media sosial.

Makna Nama “Padusi Tapa”

Nama Padusi Tapa memiliki filosofi yang kuat. Dalam bahasa Aceh, “Padusi” berarti perempuan. Nama ini terinspirasi dari legenda tentang Tuan Tapa yang menyelamatkan putri Aceh Selatan — simbol kekuatan, keberanian, dan peran perempuan dalam kehidupan.
Bagi Sinar Hayani, nama ini adalah representasi para istri prajurit yang tetap berkarya, mandiri, dan produktif tanpa meninggalkan peran utama dalam keluarga.

Perempuan, Persit, dan Kemandirian

Keikutsertaannya dalam berbagai kegiatan, termasuk event Persit Bisa, menjadi bukti bahwa anggota Persit mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif.

Perjalanan Ny.Sinar Hayani menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkembang, tradisi bisa menjadi kekuatan ekonomi jika diolah dengan inovasi, perempuan memiliki peran besar dalam mendukung ketahanan keluarga.

Dengan semangat yang terus menyala, ia berharap Padusi Tapa dapat menembus pasar yang lebih luas dan membawa nama Aceh Selatan dikenal melalui produk sereh wanginya.

Menjadi Inspirasi

Kisah Sinar Hayani adalah tentang kesetiaan, ketangguhan, dan kreativitas. Tentang bagaimana seorang perempuan mampu menjalankan peran sebagai istri prajurit, anggota organisasi, ibu, sekaligus pelaku UMKM yang memberdayakan lingkungan.

Dari Tapaktuan, ia membuktikan bahwa anggota Persit tidak hanya mendampingi — tetapi juga menginspirasi dan menggerakkan.

Berita Terkait

Jembatan Rusak Parah, Warga Pangur dan Uning Was-Was Melintas: Akses Tunggal Menuju RSUD Ali Kasim Terancam
Wakil Ketua IPELMASRA Desak DPP PPP Copot Mohd. Rizki Ramadhan, Minta Dugaan Skandal Rumah Dinas Diusut
Susi Air Kembali Beroperasi di Nagan Raya, Bupati TRK: Perkuat Konektivitas dan Buka Peluang Investasi
PT KIM NAGAN RAYA MERESAHKAN RAKYAT: Dua Bulan Dokumen Disetor, Tanah Warga Bumi Sari Belum Diselesaikan
Bank Aceh Dorong Perluasan Ekosistem Pembayaran Digital, Merchant QRIS Tembus 25.748
DPD KNPI Nagan Raya Gelar Maulid dan Santuni Anak Yatim
Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien Sambut Kedatangan Presiden Prabowo
57 Hektare Ladang Ganja di Nagan Raya Dimusnahkan,Ditresnarkoba Polda Aceh dan Brimob Batalyon C Pelopor
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 01:15 WIB

Hari Sumpah Pemuda 2026, KAI Sumut Perkuat Peran Generasi Muda dalam Pengembangan Transportasi Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Tebing Tinggi Jumat 30 Oktober 2026 Kalapas Bahtiar Sembiring Pimpin Jajaran Bersihkan Sampah Rumput Liar Material Hambat Aliran Air

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Penandatanganan di Kantor Pelindo Regional 1 Medan Kamis 29 Oktober 2026 Oleh Kepala KSOP Mukhlish Tohepaly dan ED 1 Pelindo Hanny Uktolseya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Tuanku Muhammad Apresiasi MTQ ke 1 Gampong Lamgugob, Dusun Kayee Adang Timur Raih Juara Umum

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:22 WIB

Lapas Tebing Tinggi Komitmen Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pelayanan Profesional Transparan dan Berintegritas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Penguatan Kompetensi SDM Jadi Strategi Dukung Efektivitas Proses Bisnis dan Penerapan GCG yang Transparan Akuntabel

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Langkah Strategis Bangun Sistem Manajemen Terstruktur Wujudkan Good Corporate Governance dan Perbaikan Berkelanjutan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:14 WIB

Tuanku Muhammad Dukung Pendirian Rumah Al-Qur’an Zawiyah Abadiyah di Gampong Ie Masen Kayee Adang, Perkuat Pendidikan dan Ketahanan Keluarga

Berita Terbaru