Britana.com|| BANDA ACEH — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Tuanku Muhammad, M.Ag., menyatakan dukungannya terhadap program Rumah Al-Qur’an Zawiyah Abadiyah di Gampong Ie Masin Kayee Adang, Kota Banda Aceh, Senin (26/10/2026). Dukungan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan Reses III Masa Persidangan I Tahun Anggaran 2026/2027 di Daerah Pemilihan (Dapil) III, yang meliputi Kecamatan Syiah Kuala dan Ulee Kareng.

Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat, tokoh setempat, perwakilan lembaga, serta puluhan kaum ibu yang antusias menyambut kehadiran program pendidikan Al-Qur’an tersebut. Rumah Al-Qur’an Zawiyah Abadiyah diharapkan menjadi ruang pembelajaran agama, penguatan nilai-nilai Islam, serta sarana membangun karakter dan ketahanan keluarga di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Tuanku Muhammad menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap inisiatif masyarakat dalam menghadirkan Rumah Al-Qur’an Zawiyah Abadiyah. Menurutnya, keberadaan tempat pembelajaran Al-Qur’an merupakan langkah penting dalam memperluas syiar Islam sekaligus membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

“Kolaborasi dalam menghadirkan Rumah Al-Qur’an Zawiyah Abadiyah ini merupakan hal yang patut kita syukuri. Tidak semua rumah berkesempatan menjadi tempat orang-orang belajar Al-Qur’an. Saya mendoakan agar tempat ini selalu menjadi sudut yang abadi dalam kebaikan dan pahala,” ujarnya.
Ia menegaskan, dukungan terhadap program Rumah Al-Qur’an tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca kitab suci, tetapi juga bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan keluarga.
Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter anak. Oleh karena itu, penguatan pendidikan agama perlu dimulai dari rumah melalui pembiasaan ibadah, keteladanan orang tua, serta penanaman akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Empat Fungsi Rumah dalam Perspektif Al-Qur’an
Dalam pemaparannya, Tuanku Muhammad turut menyoroti pentingnya mengembalikan fungsi rumah sebagai tempat tumbuhnya ketenangan, ibadah, pendidikan, dan perlindungan moral bagi seluruh anggota keluarga.
Ia menjelaskan empat fungsi rumah yang perlu dihidupkan dalam kehidupan keluarga, yaitu:
1. Al-Maskanah — Sumber Ketenangan dan Kasih Sayang. Rumah hendaknya menjadi tempat yang menghadirkan kedamaian, kenyamanan, dan kasih sayang, bukan menjadi sumber konflik berkepanjangan.
2. Al-Musalla — Tempat Ibadah. Rumah perlu menjadi ruang untuk membiasakan salat, beribadah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT bersama anggota keluarga.
3. Al-Madrasah — Pusat Pendidikan. Rumah merupakan tempat pendidikan pertama bagi anak-anak untuk mengenal agama, membentuk karakter, serta mempelajari nilai-nilai kebaikan. Program Rumah Al-Qur’an Zawiyah Abadiyah diharapkan turut memperkuat fungsi pendidikan tersebut.
4. Al-Junnah — Benteng Perlindungan Moral. Rumah harus menjadi benteng yang menjaga iman, tauhid, dan akhlak keluarga dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak kehidupan sosial.
Tuanku Muhammad mengingatkan bahwa lemahnya pendidikan karakter dan komunikasi dalam keluarga dapat meningkatkan kerentanan terhadap berbagai persoalan sosial. Karena itu, pendidikan Al-Qur’an perlu diiringi dengan pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan nyata.
Ia juga menyinggung persoalan perceraian yang masih terjadi di Banda Aceh. Merujuk pada data Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh tahun 2026 yang disebutkan dalam pemaparannya, terdapat ratusan perkara perceraian. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi pengingat akan pentingnya memperkuat ketahanan keluarga melalui pendidikan agama, komunikasi yang sehat, dan tanggung jawab bersama.
Reses Menjadi Ruang Penguatan Aspirasi dan Pendidikan Masyarakat
Dukungan terhadap program Rumah Al-Qur’an Zawiyah Abadiyah dalam rangka Reses III Masa Persidangan I Tahun Anggaran 2026/2027 juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat di Dapil III, yang mencakup Kecamatan Syiah Kuala dan Ulee Kareng.
Melalui kegiatan reses, aspirasi dan kebutuhan masyarakat dapat disampaikan secara langsung untuk menjadi perhatian dalam pelaksanaan tugas dan fungsi legislatif. Program pendidikan Al-Qur’an seperti Zawiyah Abadiyah merupakan salah satu inisiatif sosial-keagamaan yang membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Tuanku Muhammad berharap masyarakat, khususnya kaum ibu yang mengikuti kegiatan tersebut, dapat menjadi penggerak pendidikan Al-Qur’an di lingkungan keluarga masing-masing. Para peserta diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil, tetapi juga mengamalkan ajarannya dalam membangun kehidupan keluarga yang harmonis dan berakhlak.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan menjaga keberlangsungan program Zawiyah Abadiyah agar dapat berkembang menjadi pusat pendidikan Al-Qur’an yang memberikan manfaat luas bagi warga sekitar.
Melalui dukungan terhadap Rumah Al-Qur’an Zawiyah Abadiyah, masyarakat Imasin Kayee Adang diharapkan semakin mudah mengakses pembelajaran agama yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lebih dari sekadar tempat belajar membaca Al-Qur’an, program ini diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun keluarga yang kuat, generasi yang berkarakter, serta kehidupan masyarakat Banda Aceh yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.**












































