KUTACANE, ACEH TENGGARA – 23 Oktober 2026 | BritanaNews.com. Menjadi seorang Pengulu bukan sekadar menduduki jabatan atau mendapatkan kepercayaan untuk memimpin desa. Lebih dari itu, seorang pemimpin harus mampu mendengar suara rakyat, memahami kesulitan masyarakat, serta menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan oleh warga.
Semangat tersebut menjadi salah satu pesan yang ditampilkan H. Ali Amran Selian, SE, bakal calon Pengulu Kute Kutacane, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, melalui baliho pencalonannya.
Dengan mengusung slogan “Bersama Kita Bisa Membangun Negeri”, Ali Amran mencantumkan visi mewujudkan Kute Kutacane yang mandiri, transparan, dan sejahtera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menampilkan pesan, “Untuk Masyarakat, Bukan untuk Diri Sendiri.” Pesan ini menyentuh persoalan mendasar dalam pemerintahan desa: untuk siapa kekuasaan dijalankan dan siapa yang seharusnya merasakan manfaat pembangunan?
Pemimpin yang Baik Adalah yang Mendengar Suara Rakyat
Masyarakat tidak hanya membutuhkan pemimpin yang pandai berbicara, tetapi juga pemimpin yang bersedia mendengar keluhan dan memahami kebutuhan warga.
Ketika masyarakat membutuhkan pelayanan administrasi, pemerintah desa harus hadir memberikan pelayanan yang baik. Ketika warga menyampaikan aspirasi, suara mereka patut didengar. Ketika pembangunan dilaksanakan, manfaatnya harus dirasakan masyarakat secara adil.
Jabatan Pengulu merupakan amanah. Kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui kejujuran, tanggung jawab, keterbukaan, dan kepedulian terhadap kondisi warga.
Dana Desa Harus Transparan, Masyarakat Berhak Tahu
Salah satu misi yang dicantumkan Ali Amran adalah transparansi dana desa.
Bagi masyarakat, keterbukaan anggaran bukan sekadar urusan administrasi. Transparansi merupakan bagian penting untuk membangun kepercayaan antara pemerintah desa dan warga.
Masyarakat berhak mengetahui program yang direncanakan, pembangunan yang dikerjakan, serta penggunaan anggaran yang harus dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan.
Ke depan, harapan warga tentu sederhana: jangan sampai masyarakat hanya melihat pembangunan, tetapi tidak mengetahui bagaimana program tersebut direncanakan dan dilaksanakan.
Pemerintahan desa yang terbuka akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi sekaligus berpartisipasi dalam pembangunan.
Petani dan Pelaku UMKM Jangan Dilupakan
Ali Amran juga mencantumkan pemberdayaan petani dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari misinya.
Pemberdayaan ekonomi sangat penting karena kesejahteraan masyarakat tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik. Kesempatan untuk berusaha, mengembangkan usaha kecil, dan meningkatkan pendapatan keluarga juga perlu mendapat perhatian.
Masyarakat berharap program pemberdayaan nantinya benar-benar tepat sasaran, memiliki manfaat yang jelas, dan tidak hanya menjadi rencana di atas kertas.
Pembangunan Harus Dirasakan Bersama
Infrastruktur desa menjadi salah satu kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat.
Namun, pembangunan yang baik bukan hanya tentang bangunan baru atau jalan yang diperbaiki. Pembangunan juga harus menjawab kebutuhan warga dan direncanakan berdasarkan aspirasi masyarakat.
Karena itu, musyawarah, pemerataan, kualitas pekerjaan, serta pengawasan menjadi hal penting agar setiap program memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Di sisi lain, perhatian terhadap adat dan syariat Islam sebagaimana tercantum dalam misi pencalonannya juga perlu diwujudkan dengan menghormati nilai-nilai kehidupan masyarakat dan ketentuan hukum yang berlaku.
Masyarakat Menginginkan Bukti, Bukan Sekadar Janji
Menjelang pemilihan Pengulu Kute Kutacane yang pada baliho sebelumnya disebut dijadwalkan pada 7 November 2026, masyarakat memiliki hak untuk mengenal setiap calon dan memahami program yang ditawarkan.
Visi dan misi merupakan langkah awal. Selanjutnya, masyarakat perlu mengetahui bagaimana program tersebut akan dilaksanakan, apa yang menjadi prioritas, dan bagaimana hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
Sebab, setelah pemilihan selesai, kehidupan masyarakat tetap berjalan dengan berbagai kebutuhan dan persoalan yang harus diselesaikan bersama.
Pemimpin yang dekat dengan masyarakat bukan hanya hadir ketika membutuhkan dukungan, tetapi juga bersedia hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Pada akhirnya, Kute Kutacane membutuhkan pemerintahan desa yang amanah, terbuka, adil, dan mengutamakan kepentingan seluruh warga.
Apakah semangat tersebut dapat diwujudkan melalui program nyata? Masyarakat tentu akan menilai berdasarkan penjelasan, komitmen, dan pelaksanaan program apabila calon terpilih..
Hartono Pinim












































