Kutacane, Aceh Tenggara — BritanaNews.com, 16 September 2026
Kepala Biro Britana.com sekaligus jurnalis Aceh Tenggara, Hartono Pinim, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja jajaran Polres Aceh Tenggara, khususnya Satuan Reserse Narkoba, dalam upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara.
Sebagai tokoh awak media sekaligus putra daerah Aceh Tenggara, Hartono Pinim mengatakan dirinya merasa bangga melihat langkah dan aktivitas jajaran kepolisian dalam menjalankan tugas menjaga keamanan masyarakat, terutama dalam menghadapi persoalan narkotika yang menjadi perhatian bersama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya selaku putra daerah merasa bangga melihat kinerja Kapolres Aceh Tenggara bersama jajaran, khususnya Satresnarkoba. Pemberantasan narkotika merupakan tugas yang sangat penting karena menyangkut masa depan generasi muda,” ujar Hartono Pinim.
Menurut Hartono, kepemimpinan Kapolres Aceh Tenggara telah memberikan perhatian serius kepada jajaran Satresnarkoba agar terus melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika, termasuk terhadap peredaran sabu dan jenis narkotika lainnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Secara khusus, Hartono memberikan apresiasi kepada Kasat Narkoba Polres Aceh Tenggara, Iptu Hengki Harianto, S.H., yang dinilai aktif dalam menjalankan tugas dan turun langsung ke lapangan.
“Saya memberikan apresiasi kepada Pak Iptu Hengki Harianto. Saya melihat beliau tidak hanya berada di kantor, tetapi juga turun langsung ke berbagai wilayah untuk menjalankan tugas dan amanah dalam pemberantasan narkotika,” katanya.
Hartono menyebut, berdasarkan pengamatannya, aktivitas jajaran Satresnarkoba terlihat di sejumlah wilayah Aceh Tenggara, mulai dari kawasan Rumah Bundar, Lawe Pakam, Kecamatan Leuser, Lawe Alas, Bambel, hingga sejumlah desa yang menjadi perhatian dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika.
Ia menilai keberhasilan dalam memberantas peredaran narkotika membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa adanya keterlibatan pemerintah daerah, media, dan masyarakat.
“Pemberantasan narkotika tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian. Media, pemerintah daerah, dan masyarakat juga harus ikut mengambil bagian. Jika semua bersinergi, tentu upaya menjaga generasi muda dari bahaya narkotika akan semakin kuat,” ujar Hartono.
Hartono juga mengajak masyarakat agar tidak takut memberikan informasi kepada pihak berwenang apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika di lingkungan sekitar, dengan tetap memperhatikan mekanisme hukum dan keselamatan bersama.
“Kita sama-sama bekerja dan bersinergi, baik dengan pemerintah daerah, kepolisian maupun masyarakat. Tujuannya satu, bagaimana Aceh Tenggara dapat terbebas dari penyalahgunaan dan peredaran narkotika,” tutup Hartono Pinim.












































