KUTACANE, ACEH TENGGARA – BritanaNews.com, 16 September 2026
Upaya pemberantasan peredaran narkotika di Kabupaten Aceh Tenggara mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat, khususnya tokoh muda.
Tokoh muda Aceh Tenggara, Rudi Tarigan, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Kapolres Aceh Tenggara beserta jajaran, khususnya Satuan Reserse Narkoba, yang dinilai serius dalam mengungkap sejumlah kasus narkotika di wilayah hukum Polres Aceh Tenggara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Rudi, narkoba merupakan musuh bersama yang harus diperangi dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Pemberantasan narkotika tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan keberanian masyarakat untuk memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.
“Narkoba sudah pasti menjadi musuh kita bersama yang harus kita perangi secara bersama-sama. Tanpa peran serta masyarakat, rasanya sangat sulit untuk memberantas narkoba yang jaringannya semakin terstruktur,” ujar Rudi Tarigan, Rabu (16/9/2026).
Ia menilai sejumlah pengungkapan kasus narkotika dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan adanya upaya serius dari aparat kepolisian dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di Bumi Sepakat Segenap.
Rudi menyebut beberapa pengungkapan kasus narkotika yang menjadi perhatian masyarakat, di antaranya di wilayah Lawe Bulan, Lawe Alas, Permata Musara Kecamatan Leuser, hingga pengungkapan kasus di Gusung Batu, Kecamatan Babussalam.
Menurutnya, rangkaian pengungkapan tersebut menjadi langkah positif sekaligus menunjukkan pentingnya konsistensi aparat dalam melakukan penindakan terhadap dugaan tindak pidana narkotika.
Selain pengungkapan kasus, Rudi juga mengapresiasi kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu dan ganja yang dilakukan aparat kepolisian bersama unsur terkait.
“Pemusnahan narkoba, baik jenis sabu maupun ganja, merupakan bagian dari komitmen dalam pemberantasan narkoba. Tentunya ini harus didukung oleh pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Ajak Pemuda Tidak Terjerumus Narkoba
Rudi secara khusus mengajak generasi muda Aceh Tenggara untuk menjauhi narkoba dan mengisi masa muda dengan kegiatan yang produktif.
Menurutnya, pemuda memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari peredaran narkotika.
“Keren itu bukan menggunakan narkoba. Keren itu menciptakan inovasi baru serta berani tampil di depan untuk ikut memberantas narkoba. Itu baru pemuda hebat,” tegas Rudi.
Ia berharap komitmen pemberantasan narkotika yang dilakukan Polres Aceh Tenggara tidak berhenti pada pengungkapan kasus di tingkat pengguna maupun pengedar lapangan.
Rudi juga mendorong aparat penegak hukum agar terus melakukan pengembangan setiap perkara secara profesional berdasarkan alat bukti dan ketentuan hukum yang berlaku, sehingga pihak lain yang diduga terlibat dapat diproses sesuai aturan.
“Harapan kita, komitmen pemberantasan narkoba ini tidak berhenti di sini saja. Jika seluruh jajaran aktif dan masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh pemuda ikut bergerak bersama, saya rasa ruang peredaran narkoba dapat semakin dipersempit,” pungkasnya.
Rudi menegaskan bahwa perang terhadap narkoba bukan hanya tanggung jawab kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Aceh Tenggara.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak takut memberikan informasi kepada pihak berwenang apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di liqngkungan masing-masing.
Hartono Pinim












































