Britananews.com | Aceh Jaya – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman terus didorong di Kabupaten Aceh Jaya. Penggerak HAM Gampong Panton Makmur mengedukasi siswa MI Cendekia Panton Makmur mengenai pentingnya membangun pertemanan yang sehat sekaligus mencegah perundungan atau bullying di lingkungan sekolah, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang perpustakaan MI Cendekia itu mengusung tema “Berteman Itu Asik, Bikin Senyum, Bukan Sedih: Sekolah Nyaman Tanpa Bullying!”. Para siswa diajak memahami bahwa candaan dalam pertemanan memiliki batas dan tidak boleh berubah menjadi perilaku yang membuat orang lain merasa tertekan, malu, takut, maupun tersisih.
Penggerak HAM Gampong Panton Makmur, Raihan, mengatakan pemahaman mengenai hak asasi manusia perlu dikenalkan kepada anak-anak sejak dini. Menurutnya, sekolah bukan sekadar tempat memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang penting untuk membentuk karakter, sikap saling menghargai, serta menghormati hak orang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, perilaku seperti mengejek, mempermalukan, mengucilkan, mengintimidasi hingga melakukan kekerasan terhadap teman tidak seharusnya dianggap sebagai hal biasa. Meskipun terkadang berawal dari candaan, tindakan tersebut dapat berdampak terhadap kondisi korban dan mengganggu kenyamanan proses belajar.
Raihan juga mengingatkan para siswa agar tidak menjadi pelaku maupun memilih diam ketika melihat temannya mengalami bullying. Menurutnya, siswa dapat menunjukkan kepedulian dengan membantu korban dan melaporkan kejadian kepada guru atau pihak sekolah.
“Kalau melihat ada teman yang menjadi korban bullying, jangan ikut melakukan. Siswa harus berani membantu dan menyampaikan kepada guru,” ujar Raihan.
Menurut Raihan, menciptakan sekolah yang bebas dari perundungan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Guru dan pihak sekolah memiliki tanggung jawab menjaga lingkungan pendidikan tetap aman, sedangkan siswa dapat berkontribusi melalui sikap saling menghormati, peduli, dan tidak merendahkan teman.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Budaya saling mendukung, menghargai perbedaan, serta menjaga perasaan teman dinilai menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan sekolah yang positif.
“Berteman itu harus bisa membuat kita saling mendukung, bukan membuat teman merasa takut atau sedih,” katanya.
Kegiatan edukasi tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Jaya yang diwakili Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendis), Zahara, S.Pd., M.Pd., serta Ketua Komite MI Cendekia Kabupaten Aceh Jaya.
Selain membahas persoalan bullying, kegiatan itu juga menjadi momentum untuk mengenalkan penerapan nilai-nilai HAM dalam kehidupan sehari-hari siswa. Para peserta didorong memahami bahwa setiap orang memiliki hak untuk dihormati, diperlakukan dengan baik, serta memperoleh rasa aman di lingkungan pendidikan.
Penguatan pemahaman tersebut dinilai penting karena perundungan kerap berawal dari perilaku yang dianggap sederhana atau sekadar bercanda. Ketika dibiarkan, perilaku tersebut dapat berkembang menjadi tindakan yang mengganggu hubungan antarsiswa dan menciptakan suasana belajar yang tidak sehat.
Melalui kegiatan tersebut, Penggerak HAM Gampong Panton Makmur berharap kesadaran siswa mengenai pentingnya menghargai hak dan martabat orang lain semakin tumbuh. Sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan budaya saling menghargai sejak dini.












































