Foto: Barisan Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana dan Gelar Kekuatan Peralatan, Senin (26/10/1026) Dok.Ist.
BRITANANEWS | ACEH BESAR — Taruna Siaga Bencana (Tagana) Aceh memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana dengan dukungan 714 personel terlatih, puluhan unit peralatan operasional, serta layanan dapur umum lapangan.
Kesiapan tersebut ditampilkan dalam Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Pasukan Bencana Aceh, Senin (26/10/2026), di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Gampong Lancot, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar.
Di bawah pembinaan Dinas Sosial Aceh, Tagana menyiapkan sumber daya manusia dan sarana pendukung untuk memperkuat penanganan darurat, terutama pelayanan pengungsian (shelter), evakuasi, serta operasional dapur umum bagi masyarakat terdampak bencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Regu Tagana, Didi Agustiar, S.E., melaporkan kesiapan personel dan peralatan penanggulangan bencana.
Berdasarkan laporan itu, Tagana Aceh memiliki 714 personel terlatih yang tersebar di 23 kabupaten/kota.
Kekuatan peralatan yang disiapkan meliputi 20 unit dapur umum lapangan (Dumlap), 23 unit Rescue tactical unit (RTU), 24 unit trail, 27 perahu evakuasi, satu unit pengolahan air bersih (water treatment), lima unit tangki air, serta 12 truk rescue.
Selain memaparkan kesiapan personel dan armada, Tagana Aceh turut memperagakan kemampuan operasional dapur umum. Di bawah kendali Sekretaris Umum Tagana Aceh, Jefri Atayani, S.E. personel menyiapkan bubur untuk peserta apel dan sejumlah pejabat yang hadir.
Sementara Pembina Teknis Tagana Aceh, Yanyan Rahmad, A.Ks., M.Si., yang akrab disapa Kang Yanyan, turut memantau langsung pelaksanaan kegiatan guna memastikan tugas dan tanggung jawab Tagana berjalan sesuai dengan arahan panitia serta fungsi pelayanan kebencanaan.”Ungkap Kang Yanyan.
Peragaan dapur umum tersebut menunjukkan kemampuan personel dalam menyiapkan makanan siap saji dengan memperhatikan kecepatan, ketepatan, kebersihan, dan standar operasional prosedur (SOP).
Kesiapan ini menjadi bagian penting dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan bagi pengungsi selama masa tanggap darurat.
Apel kesiapsiagaan tersebut dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, S.T., M.Si., dan melibatkan 47 unsur pemerintah, lembaga, serta instansi terkait, termasuk Polda Aceh, Kodam Iskandar Muda, Basarnas, BMKG, dan sejumlah satuan kerja perangkat Aceh.
Melalui kegiatan ini, Tagana Aceh menegaskan komitmennya memperkuat koordinasi lintas sektor dan meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana.
Dukungan personel terlatih, peralatan operasional, dan layanan dapur umum diharapkan mampu mempercepat penanganan darurat serta memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan secara tepat dan terkoordinasi.
*[TU]












































