KUTACANE, ACEH TENGGARA — BritanaNews.com | Kamis, 8 Oktober 2026
Musyawarah Daerah (Musda) X Partai Golkar Kabupaten Aceh Tenggara resmi menetapkan **Dr. Denny Febrian Roza, S.STP., M.Si. sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Aceh Tenggara periode 2026–2031.** Denny terpilih secara aklamasi dalam forum Musda yang berlangsung di kawasan Tanah Merah, Kecamatan Badar, Kamis (8/10/2026).
Terpilihnya Denny sekaligus mengakhiri dinamika perebutan kursi kepemimpinan Partai Golkar Aceh Tenggara yang sebelumnya sempat diwarnai munculnya sejumlah nama kandidat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski bursa pencalonan sempat berkembang, proses komunikasi dan konsolidasi internal partai akhirnya mengerucut pada satu nama. Forum Musda kemudian menetapkan Denny Febrian Roza melalui mekanisme aklamasi.
Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, H. Muhammad Salim Fakhry, sebelumnya mengungkapkan bahwa sejumlah nama memang sempat muncul dalam bursa pencalonan. Namun, melalui komunikasi dan musyawarah internal, dukungan akhirnya mengarah kepada satu kandidat.
Keputusan tersebut menjadi titik awal kepemimpinan baru Partai Golkar Aceh Tenggara untuk lima tahun mendatang.
### Aklamasi Bukan Akhir, Konsolidasi Jadi Ujian
Terpilih secara aklamasi tentu menjadi modal politik dan organisasi bagi Denny Febrian Roza. Namun, dukungan dalam forum Musda belum dengan sendirinya menjamin soliditas partai dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Tugas besar kini berada di pundak ketua terpilih, terutama dalam merangkul seluruh elemen partai, memperkuat kepengurusan, serta membangun kembali semangat kebersamaan di antara kader dan pengurus Golkar Aceh Tenggara.
Dinamika yang sempat muncul menjelang Musda menjadi tantangan tersendiri bagi kepemimpinan baru. Perbedaan dukungan dalam proses pencalonan perlu dikelola secara bijaksana agar tidak berkembang menjadi persoalan internal yang dapat menghambat jalannya organisasi.
Konsolidasi hingga tingkat kecamatan dan desa menjadi salah satu pekerjaan penting yang membutuhkan perhatian serius.
**Kemenangan melalui aklamasi merupakan awal dari tanggung jawab, bukan jaminan keberhasilan kepemimpinan.**
### Kepemimpinan Baru Dituntut Hadirkan Perubahan
Kepemimpinan Denny Febrian Roza selama periode 2026–2031 akan menghadapi tantangan untuk memperkuat posisi Partai Golkar dalam dinamika politik Aceh Tenggara.
Selain menyusun komposisi kepengurusan yang solid, ketua terpilih juga dihadapkan pada kebutuhan membangun komunikasi politik yang efektif, memperkuat kaderisasi, serta memastikan mesin organisasi bekerja secara berkelanjutan.
Langkah awal Denny dalam menentukan arah kebijakan dan merangkul berbagai unsur internal partai akan menjadi perhatian penting.
Kepengurusan baru diharapkan tidak sekadar menjadi hasil kompromi politik dalam forum Musda, tetapi mampu menghadirkan organisasi yang aktif, responsif, dan memiliki arah perjuangan yang jelas.
Terlebih, Partai Golkar merupakan salah satu kekuatan politik yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Karena itu, kepemimpinan baru perlu membuktikan bahwa hasil Musda dapat diterjemahkan menjadi kerja organisasi yang nyata, bukan hanya pergantian figur di pucuk kepemimpinan.
### Publik Menanti Langkah Konkret Denny
Berakhirnya Musda X menandai dimulainya babak baru perjalanan Partai Golkar Aceh Tenggara.
Kini perhatian tertuju pada langkah konkret Denny Febrian Roza dalam menyusun kepengurusan, memperkuat hubungan antarkader, serta membangun konsolidasi politik yang berorientasi pada kepentingan organisasi dan masyarakat.
Soliditas internal akan menjadi salah satu ukuran awal keberhasilan kepemimpinannya. Sementara itu, kemampuan menghadirkan program kerja yang terarah dan berkelanjutan akan menentukan sejauh mana kepengurusan baru mampu menjawab harapan para kader.
Denny memiliki waktu lima tahun untuk membuktikan kapasitas kepemimpinannya. Namun, arah dan karakter kepemimpinan tersebut akan mulai terlihat dari keputusan-keputusan strategis yang diambil setelah Musda.
**Musda X telah menghasilkan seorang ketua. Kini tantangan sesungguhnya adalah membangun kepemimpinan yang mampu menyatukan kekuatan, memperkokoh organisasi, dan membawa Partai Golkar Aceh Tenggara menghadapi dinamika politik ke depan.**
Aklamasi telah mengantarkan Denny Febrian Roza ke kursi Ketua DPD II Golkar Aceh Tenggara. Namun, keberhasilan kepemimpinannya kelak tidak hanya diukur dari proses keterpilihan, melainkan dari kemampuan menjaga persatuan kader dan menghasilkan kerja nyata bagi organisasi.
**Penulis: Hartono Pinim**
**BritanaNews.com**












































