ACEH TENGGARA | BritanaNews.com — Langkah pembenahan yang dilakukan Direktur RSUD H. Sahudin Aceh Tenggara mendapat apresiasi dari kalangan awak media. Di tengah berbagai tantangan pelayanan kesehatan yang masih dihadapi, upaya memperbaiki tata kelola dan kualitas pelayanan dinilai merupakan langkah yang patut didukung.
Apresiasi tersebut diberikan bukan dalam bentuk pembenaran terhadap seluruh kebijakan manajemen rumah sakit, melainkan sebagai bentuk penghargaan terhadap adanya upaya perbaikan yang dinilai mulai dilakukan.
Hartono Pinem, salah seorang awak media di Aceh Tenggara, mengatakan media memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi secara objektif kepada masyarakat, termasuk ketika melihat adanya langkah positif dalam sebuah institusi pelayanan publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mengapresiasi langkah Pak Direktur dalam melakukan pembenahan. Tetapi apresiasi ini bukan berarti semua persoalan sudah selesai. Justru pembenahan harus terus dikawal agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Hartono, Sabtu (24/9/2026).
Menurutnya, RSUD H. Sahudin merupakan fasilitas pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Karena itu, persoalan pelayanan pasien, kedisiplinan pegawai, tenaga kesehatan, fasilitas, administrasi dan tata kelola harus menjadi perhatian serius.
“Yang kita lihat bukan sekadar kebijakan di atas kertas. Ukuran sebenarnya adalah bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan ketika datang ke rumah sakit,” tegasnya.
Hartono menilai, keberanian manajemen melakukan pembenahan perlu mendapat dukungan, namun pada saat yang sama harus tetap terbuka terhadap kritik dan masukan.
“Media tidak boleh hanya mencari kesalahan, tetapi juga tidak boleh menutup mata terhadap kekurangan. Kalau ada yang baik, kita sampaikan. Kalau ada persoalan, kita kritik dan konfirmasi. Itu bagian dari fungsi kontrol sosial,” katanya.
Ia berharap Direktur RSUD H. Sahudin tidak berhenti pada tahap pembenahan internal, tetapi terus memastikan perubahan tersebut berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kepada pasien.
“Jangan berhenti di tengah jalan. Kalau ada kekurangan, perbaiki. Kalau ada kemajuan, kita apresiasi. Media siap mengawal prosesnya secara objektif,” ujar Hartono.
Menurutnya, komunikasi terbuka antara manajemen rumah sakit, tenaga kesehatan, masyarakat dan insan pers menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan publik yang lebih transparan dan profesional.
Dengan demikian, apresiasi terhadap langkah pembenahan RSUD H. Sahudin diharapkan menjadi dorongan agar manajemen terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menjadikan kepentingan pasien sebagai prioritas utama.












































