Britananews.com | JAKARTA — Dewan Pengurus Pusat Aliansi Mahasiswa Nusantara (DPP-AMAN) menggelar Lomba Orasi Mahasiswa Jakarta dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026 di Jakarta.
Kegiatan tersebut diikuti 10 kampus dan 15 peserta, serta disaksikan ratusan penonton. Mengangkat tema “Orasi Keberhasilan Program Presiden Prabowo”, kegiatan berlangsung di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.
Lomba orasi ini menjadi wadah mahasiswa menyampaikan gagasan, pandangan, dan aspirasi mengenai berbagai program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto secara terbuka, kritis, dan konstruktif kepada publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembina DPP AMAN, Muhammad Fadli, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk mengisi ruang apresiasi terhadap berbagai program pemerintah yang dinilai berhasil menyentuh persoalan masyarakat secara langsung.
Menurut Fadli, kritik terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto selama ini cukup banyak disuarakan berbagai pihak. Namun, relatif sedikit mahasiswa berani menyampaikan apresiasi berdasarkan data dan fakta di lapangan.
“Kami di sini mengisi ruang-ruang yang tidak berani diisi orang lain berdasarkan data dan fakta yang ada di lapangan,” ujar Fadli kepada wartawan usai acara berlangsung.
Fadli mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat yang menurutnya menjadi bentuk nyata kehadiran negara bagi masyarakat miskin, termasuk masyarakat di daerah pelosok.
Dia menilai Sekolah Rakyat menjadi salah satu terobosan karena tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga menyediakan makanan, pakaian, hingga asrama bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu.
“Negara hadir pada masalah-masalah substansial yang selama ini tidak pernah disentuh oleh para pemimpin sebelumnya,” paparnya saat menyampaikan pandangan mengenai program tersebut kepada seluruh peserta lomba.
Fadli mengakui berbagai program pemerintahan Prabowo juga mendapatkan penolakan dari sejumlah kelompok. Ia menyebut kelompok oligarki dan kapitalis sebagai pihak yang dinilai memiliki kepentingan terhadap kebijakan pemerintah.
“Program-program Presiden banyak yang menentangnya, yaitu dari kalangan oligarki dan kapitalis. Kami bersama Presiden akan melawan kaum oligarkis dan kapitalis,” tegasnya dalam pernyataan tersebut di hadapan peserta lomba.
Sementara itu, Koordinator Pusat AMAN, Agus Muliara, menegaskan mahasiswa memiliki posisi strategis dalam mengawal jalannya pemerintahan dan tidak boleh hanya menjadi kelompok yang memberikan kritik semata.
Menurut Agus, mahasiswa juga harus mampu menyampaikan apresiasi ketika menemukan kebijakan pemerintah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta berdampak langsung terhadap kepentingan publik secara luas.
Agus menegaskan Lomba Orasi Mahasiswa Jakarta bukan dimaksudkan untuk membungkam kritik terhadap pemerintah. Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi ruang menyampaikan pandangan secara terbuka, kritis, dan konstruktif.
“Justru kami ingin mahasiswa berani bersuara. Kritik boleh, apresiasi juga harus. Yang terpenting semuanya disampaikan berdasarkan data, fakta dan kepentingan rakyat,” katanya dalam kegiatan tersebut.
Dia berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan generasi mahasiswa yang kritis sekaligus konstruktif dalam mengawal pemerintahan dan memastikan setiap kebijakan tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
Acara tersebut turut dihadiri tokoh petani Don Muzakkir, Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, serta sejumlah tokoh aktivis, yakni Amsal, Ketua Umum PB PII, Amri, Ketua Umum PP KAMMI.
Hadir pula Azhar Sidiq, Ketua Umum PP PERMAHI, dan Reza Rizki, Wasekjen PB PMII. Kehadiran sejumlah tokoh tersebut menambah bobot kegiatan dan memperluas ruang dialog mahasiswa.
Sejumlah kampus Jakarta turut mengikuti perlombaan, di antaranya Universitas Al Azhar Indonesia, Institut Bisnis dan Komunikasi Swadaya (SWINS), Universitas Cakrawala, Institut STIAMI, dan Universitas Pertiwi.
Peserta lainnya berasal dari Universitas Nasional, Universitas Ary Ginanjar, UIC, serta beberapa perguruan tinggi lainnya. Keikutsertaan lintas kampus menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa terhadap kegiatan tersebut.
Adapun pemenang Lomba Orasi Mahasiswa Jakarta, juara pertama diraih M. Al-Farabi dari Universitas Al Azhar Indonesia. Juara kedua diraih Rahmad Syafe’i dari Universitas Jambi pada perlombaan tersebut.
Juara ketiga diraih Sultan Aminy dari Universitas Cakrawala, sedangkan juara harapan pertama diraih Syahrullah dari Institut STIAMI. Para pemenang mendapatkan apresiasi atas penampilan orasi mereka.












































