Kutacane, Aceh Tenggara – BritanaNews.com, 17 Agustus 2026. Deru mesin, kepulan debu dan persaingan ketat mewarnai Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) IMI Aceh Grasstrack yang berlangsung di Sirkuit Kubang Indah, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara, Minggu (16/8/2026).
Di tengah persaingan para crosser dari berbagai daerah, tim Polres Agara MZM tampil cukup meyakinkan.
Tim binaan Kapolres Aceh Tenggara bersama Cek Bun Agara tersebut berhasil membawa pulang lima podium dari sejumlah kelas yang diikuti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari lima podium tersebut, Polres Agara MZM mencatatkan dua juara III, satu juara IV dan dua juara V. Hasil tersebut menjadi catatan positif bagi tim sekaligus menunjukkan bahwa pembalap asal Aceh Tenggara mampu bersaing dalam kompetisi tingkat Provinsi Aceh.
Kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga menjadi ruang bagi para pembalap muda untuk mengukur kemampuan setelah menjalani latihan dan persiapan menghadapi kompetisi.
Persaingan Ketat di Lintasan
Kondisi lintasan yang terbuka dengan karakter tanah dan sejumlah tikungan membuat para pembalap harus memiliki keberanian,
teknik serta kemampuan menjaga konsentrasi sepanjang perlombaan.
Antusiasme masyarakat juga terlihat tinggi. Ribuan penonton memadati kawasan sekitar sirkuit untuk menyaksikan langsung aksi para crosser yang datang dari berbagai daerah.
Kejuaraan yang digelar oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) Aceh bersama IMI Aceh Tenggara tersebut diikuti sekitar 250 peserta. Para pembalap datang tidak hanya dari Aceh, tetapi juga dari sejumlah daerah di Sumatera hingga Pulau Jawa.
Kehadiran peserta dari luar daerah membuat persaingan semakin kompetitif sekaligus memberikan kesempatan kepada pembalap lokal untuk mendapatkan pengalaman menghadapi lawan dengan kemampuan yang beragam.
Bagi Aceh Tenggara, kondisi tersebut menjadi peluang untuk terus mengembangkan olahraga otomotif dan pembinaan atlet muda.
Lima Podium Jadi Motivasi
Kasat Reskrim Polres Aceh Tenggara, Iptu Zery Irfan, menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh anggota tim yang telah berusaha maksimal selama mengikuti kejuaraan.
Menurutnya, keberhasilan meraih lima podium patut disyukuri. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana olahraga otomotif dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan kemampuan.
“Alhamdulillah, hasil ini patut kita syukuri.
Yang paling penting bukan hanya soal podium, tetapi bagaimana anak-anak kita mendapatkan ruang untuk berkompetisi, mengembangkan bakat dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Zery.
Ia menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras pembalap, mekanik dan seluruh tim yang telah mempersiapkan diri sebelum turun ke lintasan.
Zery berharap hasil yang diraih pada Kejurprov IMI Aceh tersebut dapat menjadi motivasi bagi para pembalap untuk terus meningkatkan kemampuan.
“Kita berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berbenah dan meningkatkan kemampuan.
Mudah-mudahan pada seri berikutnya hasilnya semakin baik dan bisa kembali mengharumkan nama Aceh Tenggara,” katanya.
Bukan Sekadar Balapan
Ajang grasstrack di Aceh Tenggara juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara.
Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry bersama Wakil Bupati, unsur Forkopimda, Ketua TP-PKK, Ketua BKMT, Ketua DWP, pimpinan instansi vertikal serta jajaran IMI turut hadir menyaksikan kegiatan tersebut.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kejuaraan.
Menurutnya, olahraga otomotif tidak semata-mata menjadi hiburan bagi masyarakat.
Jika dikelola secara berkelanjutan, kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari pembinaan atlet muda sekaligus memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
Pedagang dan pelaku UMKM di sekitar sirkuit ikut merasakan ramainya kegiatan.
Kehadiran peserta dan penonton dari berbagai daerah membuat kawasan sekitar arena balap menjadi lebih hidup.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pembalap muda Aceh Tenggara untuk mendapatkan pengalaman bertanding di hadapan penonton sendiri sekaligus membawa nama daerah dalam kompetisi yang lebih luas.
Pembinaan Harus Berkelanjutan
Lima podium yang diraih Polres Agara MZM menjadi salah satu catatan menarik dari Kejurprov IMI Aceh kali ini.
Hasil tersebut memang belum menjadi akhir dari perjalanan para pembalap. Justru capaian itu dapat menjadi pijakan untuk melakukan evaluasi, memperbaiki teknik, meningkatkan kualitas latihan serta mempersiapkan diri menghadapi seri berikutnya.
Dukungan terhadap pembinaan atlet juga menjadi faktor penting agar pembalap muda tidak hanya mampu berprestasi di tingkat daerah, tetapi dapat berkembang hingga mampu bersaing di tingkat nasional.
Dengan adanya kompetisi yang menghadirkan pembalap dari berbagai daerah, para atlet lokal memiliki kesempatan untuk menguji kemampuan secara langsung dan belajar dari persaingan di lintasan.
Bagi Polres Agara MZM, lima podium tersebut menjadi hasil kerja keras yang patut diapresiasi.
Dua juara III, satu juara IV dan dua juara V menjadi bukti bahwa semangat pembinaan olahraga otomotif di Aceh Tenggara terus bergerak.
Kini tantangannya adalah mempertahankan semangat tersebut, meningkatkan kualitas pembalap dan menjadikan setiap perlombaan sebagai proses menuju prestasi yang lebih tinggi.
Lima podium telah diraih. Perjalanan belum selesai. Polres Agara MZM masih memiliki kesempatan untuk kembali tancap gas dan membawa nama Aceh Tenggara ke podium yang lebih tinggi.
(Hartono.pinim)












































