Mualem Minta Anggaran Rp2,5 Triliun dari Kementan Dimaksimalkan untuk Pemulihan Sawah dan Kebun

SAMSUL EDY S.HUT.,M.Kv

- Redaksi

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:54 WIB

5027 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mualem Minta Anggaran Rp2,5 Triliun dari Kementan Dimaksimalkan untuk Pemulihan Sawah dan Kebun

Mualem Minta Anggaran Rp2,5 Triliun dari Kementan Dimaksimalkan untuk Pemulihan Sawah dan Kebun

Britana.com || Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian yang mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,5 triliun untuk pemulihan lahan sawah dan perkebunan yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh.

Mualem Minta Anggaran Rp2,5 Triliun dari Kementan Dimaksimalkan untuk Pemulihan Sawah dan Kebun

Melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, Mualem menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas dukungan tersebut. Ia berharap anggaran itu dapat dimanfaatkan secara optimal guna mempercepat pemulihan sektor pertanian dan perkebunan.

“Saya berterima kasih kepada Menteri Pertanian, dan saya harap anggaran tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk pemulihan sawah dan kebun,” ujar Mualem di Banda Aceh, Senin (27/7/2026).

ADVERTISEMENT

Banner Web

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nurlis menjelaskan, Gubernur telah menerima laporan dari Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia, terkait perkembangan pemanfaatan anggaran tersebut. Laporan itu disampaikan pada Kamis (23/7/2026).

Menurut Azanuddin, anggaran Rp2,5 triliun merupakan tindak lanjut dari usulan Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten/kota kepada Kementerian Pertanian. Dana tersebut dialokasikan untuk pemulihan lahan pertanian, pengadaan alat dan mesin pertanian, serta penyediaan benih padi dan benih jagung.

Ia juga melaporkan bahwa bencana hidrometeorologi telah merusak sekitar 57.485 hektare lahan sawah. Saat ini, proses optimasi dan pemulihan telah berjalan di lahan seluas 40.852 hektare.

Sementara itu, lahan perkebunan yang terdampak mencapai 60.438 hektare, dengan upaya pemulihan yang sedang berlangsung mencakup 40.418 hektare.

Menanggapi laporan tersebut, Mualem berharap kondisi para petani dan pekebun di Aceh dapat segera pulih. Ia juga meminta seluruh jajaran Dinas Pertanian dan Perkebunan di Aceh untuk bekerja lebih keras serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak.

“Gubernur berpesan agar Distanbun di seluruh Aceh bekerja keras dan membangun komunikasi dengan semua pihak. Insya Allah, Allah akan memudahkan semua,” kata Nurlis.

Mualem menegaskan bahwa percepatan pemulihan sektor pertanian dan perkebunan menjadi hal yang sangat penting mengingat sebagian besar masyarakat Aceh menggantungkan mata pencahariannya pada sektor tersebut.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, sekitar 38 hingga 41 persen penduduk yang bekerja di Aceh berada di sektor pertanian. Selain itu, sektor ini juga memberikan kontribusi lebih dari 30 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh.

Komitmen Pemerintah Aceh terhadap pembangunan pertanian juga kembali ditegaskan saat Pengukuhan Pengurus DPW dan DPD PERHIPTANI Kabupaten/Kota se-Aceh Masa Bakti 2025–2030 di Saree, Aceh Besar, Sabtu (25/7/2026). Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia, disebutkan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah.

“Karena sektor pertanian menjadi penopang ketahanan pangan, penyedia lapangan kerja, sekaligus penggerak perekonomian masyarakat,” demikian pesan Gubernur Aceh.[*]

Berita Terkait

Kakanim Eko Yudis Parlin Raja GukGuk Imigrasi Belawan raih dua penghargaan program Desa Binaan Imigrasi Belawan
Kuala Tanjung PT Prima Multi Terminal Anak Perusahaan Pelindo Terminal Petikemas Tinjau ROS Fasilitas Peralatan Infrastruktur Prosedur Kerja
Tuanku Muhammad Ucapkan Selamat kepada Sulthan Muhammad Yus atas Amanah Baru sebagai Jubir Pemerintah Kota Banda Aceh
Tuanku Muhammad Apresiasi MTQ ke 1 Gampong Lamgugob, Dusun Kayee Adang Timur Raih Juara Umum
Fakultas Ushuluddin UIN Ar-Raniry Gelar Kuliah Umum tentang Filsafat Islam
Bupati TRK Bertemu Menko Bahlil, Bahas Investasi, Hilirisasi dan Lapangan Kerja*
Senja di gunung Bau bau
Demonstrasi Tuntut Bencana Aceh Jadi Bencana Nasional Berakhir Ricuh, Sejumlah Massa Diamankan

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 01:15 WIB

Hari Sumpah Pemuda 2026, KAI Sumut Perkuat Peran Generasi Muda dalam Pengembangan Transportasi Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Tebing Tinggi Jumat 30 Oktober 2026 Kalapas Bahtiar Sembiring Pimpin Jajaran Bersihkan Sampah Rumput Liar Material Hambat Aliran Air

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Penandatanganan di Kantor Pelindo Regional 1 Medan Kamis 29 Oktober 2026 Oleh Kepala KSOP Mukhlish Tohepaly dan ED 1 Pelindo Hanny Uktolseya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Tuanku Muhammad Apresiasi MTQ ke 1 Gampong Lamgugob, Dusun Kayee Adang Timur Raih Juara Umum

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:22 WIB

Lapas Tebing Tinggi Komitmen Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pelayanan Profesional Transparan dan Berintegritas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Penguatan Kompetensi SDM Jadi Strategi Dukung Efektivitas Proses Bisnis dan Penerapan GCG yang Transparan Akuntabel

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Langkah Strategis Bangun Sistem Manajemen Terstruktur Wujudkan Good Corporate Governance dan Perbaikan Berkelanjutan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:14 WIB

Tuanku Muhammad Dukung Pendirian Rumah Al-Qur’an Zawiyah Abadiyah di Gampong Ie Masen Kayee Adang, Perkuat Pendidikan dan Ketahanan Keluarga

Berita Terbaru