Banjir Luluhlantakkan Dayah di Pedalaman Aceh Timur, Ratusan Santri Tetap Mengaji di Tengah Keterbatasan

SAMSUL EDY S.HUT.,M.Kv

- Redaksi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:10 WIB

5030 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir Luluhlantakkan Dayah di Pedalaman Aceh Timur, Ratusan Santri Tetap Mengaji di Tengah Keterbatasan

Banjir Luluhlantakkan Dayah di Pedalaman Aceh Timur, Ratusan Santri Tetap Mengaji di Tengah Keterbatasan

Britana.com || Aceh Timur – Di tengah luka yang belum sepenuhnya pulih akibat bencana banjir besar, semangat belajar para santri di Dayah Bayanul Huda, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, tetap menyala. Meski fasilitas pendidikan hancur diterjang banjir, ratusan anak masih setia datang setiap malam untuk menuntut ilmu agama.

Banjir Luluhlantakkan Dayah di Pedalaman Aceh Timur, Ratusan Santri Tetap Mengaji di Tengah Keterbatasan

Kondisi memprihatinkan tersebut terlihat saat tim Rumah Zakat Aceh mengunjungi Dayah Bayanul Huda pada pertengahan Juli 2026. Banjir yang mencapai ketinggian sekitar empat meter telah menghancurkan sedikitnya enam balai pengajian dan merusak berat asrama santri putra hingga tidak lagi layak ditempati.

Akibat bencana itu, jumlah santri yang menetap di lingkungan dayah menurun drastis. Dari sebelumnya 35 santri dan santriwati, kini hanya tersisa 13 santriwati yang masih bertahan di asrama. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus belajar dan mendalami ilmu agama.

ADVERTISEMENT

Banner Web

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setiap malam, sekitar 200 anak dari berbagai desa di sekitar dayah tetap hadir untuk mengikuti kegiatan mengaji. Karena balai-balai pengajian telah hanyut diterjang banjir, seluruh aktivitas belajar mengajar kini terpaksa dipusatkan di sebuah mushala sederhana yang menjadi satu-satunya tempat yang masih dapat digunakan.

Banjir Luluhlantakkan Dayah di Pedalaman Aceh Timur, Ratusan Santri Tetap Mengaji di Tengah Keterbatasan

Tidak hanya bangunan yang rusak, berbagai sarana pendidikan juga ikut terdampak. Kitab-kitab, Al-Qur’an, buku pelajaran, hingga tikar yang digunakan untuk belajar mengaji terendam lumpur dan sebagian besar tidak dapat digunakan kembali.

Pengelola Dayah Bayanul Huda berharap adanya perhatian dan dukungan dari berbagai pihak agar proses pendidikan di dayah tersebut dapat kembali berjalan dengan layak. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi pembangunan asrama, ruang belajar, serta pengadaan Al-Qur’an dan perlengkapan belajar bagi para santri.

Meski berada dalam keterbatasan, para santri dan santriwati terus menunjukkan keteguhan hati. Mereka tetap menghafal Al-Qur’an, belajar ilmu agama, dan menjaga semangat menuntut ilmu sebagai bekal masa depan. Kisah mereka menjadi bukti bahwa musibah tidak mampu memadamkan cahaya pendidikan Islam di pelosok Aceh.

Melihat kondisi tersebut, Rumah Zakat Aceh mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu membangkitkan kembali Dayah Bayanul Huda. Setiap bantuan yang diberikan akan menjadi investasi kebaikan yang berkelanjutan, sekaligus membantu melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an dan penerus dakwah yang kelak akan menerangi Aceh dengan ilmu dan akhlaknya.

“Di tengah bangunan yang runtuh dan fasilitas yang hilang, semangat para santri tetap berdiri tegak. Mereka tidak menyerah pada keadaan, dan kini menanti uluran tangan kebaikan untuk kembali membangun harapan.”

Berita Terkait

Jembatan Rusak Parah, Warga Pangur dan Uning Was-Was Melintas: Akses Tunggal Menuju RSUD Ali Kasim Terancam
Wakil Ketua IPELMASRA Desak DPP PPP Copot Mohd. Rizki Ramadhan, Minta Dugaan Skandal Rumah Dinas Diusut
Susi Air Kembali Beroperasi di Nagan Raya, Bupati TRK: Perkuat Konektivitas dan Buka Peluang Investasi
PT KIM NAGAN RAYA MERESAHKAN RAKYAT: Dua Bulan Dokumen Disetor, Tanah Warga Bumi Sari Belum Diselesaikan
Bank Aceh Dorong Perluasan Ekosistem Pembayaran Digital, Merchant QRIS Tembus 25.748
DPD KNPI Nagan Raya Gelar Maulid dan Santuni Anak Yatim
Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien Sambut Kedatangan Presiden Prabowo
57 Hektare Ladang Ganja di Nagan Raya Dimusnahkan,Ditresnarkoba Polda Aceh dan Brimob Batalyon C Pelopor

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 01:15 WIB

Hari Sumpah Pemuda 2026, KAI Sumut Perkuat Peran Generasi Muda dalam Pengembangan Transportasi Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Tebing Tinggi Jumat 30 Oktober 2026 Kalapas Bahtiar Sembiring Pimpin Jajaran Bersihkan Sampah Rumput Liar Material Hambat Aliran Air

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Penandatanganan di Kantor Pelindo Regional 1 Medan Kamis 29 Oktober 2026 Oleh Kepala KSOP Mukhlish Tohepaly dan ED 1 Pelindo Hanny Uktolseya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Tuanku Muhammad Apresiasi MTQ ke 1 Gampong Lamgugob, Dusun Kayee Adang Timur Raih Juara Umum

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:22 WIB

Lapas Tebing Tinggi Komitmen Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pelayanan Profesional Transparan dan Berintegritas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Penguatan Kompetensi SDM Jadi Strategi Dukung Efektivitas Proses Bisnis dan Penerapan GCG yang Transparan Akuntabel

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Langkah Strategis Bangun Sistem Manajemen Terstruktur Wujudkan Good Corporate Governance dan Perbaikan Berkelanjutan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:14 WIB

Tuanku Muhammad Dukung Pendirian Rumah Al-Qur’an Zawiyah Abadiyah di Gampong Ie Masen Kayee Adang, Perkuat Pendidikan dan Ketahanan Keluarga

Berita Terbaru