Britananews.com | SIGLI. ACEH – Pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi bencana, khususnya di gampong-gampong yang berada di kawasan rawan bencana.
KSB merupakan wadah penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang berperan sebagai garda terdepan dalam memberikan respons awal saat bencana terjadi. Keberadaannya dinilai sangat penting, terutama ketika akses menuju lokasi terdampak terputus sehingga menghambat penanganan oleh petugas.
ADVERTISEMENT
![]()
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui KSB, masyarakat diharapkan mampu melakukan penanganan awal secara mandiri, mulai dari melaporkan dampak bencana, mengevakuasi korban, hingga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi para pengungsi sebelum bantuan dari pemerintah tiba.
Selain itu, KSB juga berfungsi sebagai pusat edukasi, mitigasi, dan koordinasi penanggulangan bencana di tingkat gampong.
Pada tahap prabencana, KSB menyusun rencana kontinjensi, memetakan jalur evakuasi, menggelar simulasi kebencanaan, serta menyiapkan Lumbung Sosial sebagai cadangan logistik.
Memasuki masa tanggap darurat, KSB mengaktifkan posko bencana, memberikan pertolongan pertama kepada korban, melakukan evakuasi, serta mengelola dapur umum bagi masyarakat terdampak.

Sementara pada tahap pascabencana, KSB membantu pendataan kerusakan, mengidentifikasi kebutuhan logistik, dan mendukung proses pemulihan.
Dalam menjalankan tugasnya, KSB juga mengelola bantuan yang berasal dari masyarakat, pelaku usaha, maupun sumber lain yang sah dan tidak mengikat.
Bantuan tersebut menjadi pelengkap logistik yang tersimpan di Lumbung Sosial yang disiapkan oleh Kementerian Sosial RI bersama Dinas Sosial provinsi serta kabupaten/kota.

Dengan dukungan pengurus yang diperkuat melalui aktivasi Gardu Sosial dan Lumbung Sosial, Kampung Siaga Bencana diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun budaya sadar bencana.
Keberadaannya sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat yang mandiri, tangguh, dan sigap dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
Penulis: // Tarmizi Umar, Jurnalis Timelines iNews Investigasi Aceh













































