Britana.com|| Aceh Besar, 20 Juni 2026 — Sebanyak 10 santri Dayah Nurul Fikri Aceh (SMPIT dan SMAIT NFBS Aceh) yang berhasil khatam 30 juz Al-Qur’an menerima penghargaan berupa emas batangan dalam acara Tasyakkur Al-Qur’an dan Kelulusan Santri Kelas III SMP dan SMA yang berlangsung pada Sabtu, 20 Juni 2026, bertepatan dengan 5 Muharram 1448 H.

Pemberian hadiah emas batangan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi, kesungguhan, dan perjuangan para santri dalam menghafal Al-Qur’an selama menempuh pendidikan di Dayah Nurul Fikri Aceh.
Selain 10 santri yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz, pada angkatan tahun ini juga terdapat 5 santri yang mencapai hafalan 20 juz, 6 santri mencapai hafalan 15 juz, dan 14 santri mencapai hafalan 10 juz Al-Qur’an. Capaian tersebut menunjukkan komitmen kuat Dayah Nurul Fikri Aceh dalam membina generasi penghafal Al-Qur’an yang berkualitas.
Adapun 10 santri yang berhasil khatam 30 juz Al-Qur’an adalah:
1. Ahmad Muharrik Muzhaffar
2. M. Althaf Samudra
3. Malik Abdurrahman Al-Hussain
4. Ubaidillah
5. Zumar Jannata
6. Rumaisha Al Mawaddah
7. Saskia Ramadani
8. Zahratul Jannah
9. Zalfa Thifal Ulayya
10. Zuhra Safitri
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Yayasan sekaligus Mudir ‘Aam Dayah Nurul Fikri Aceh, Tgk. H. Afrial Hidayat, Lc., M.A., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian para santri yang telah berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an.
“Capaian yang telah diraih ini adalah batu loncatan untuk bisa sukses di level selanjutnya. Tetap semangat, jaga hafalan, dan terus bumikan nilai-nilai Al-Qur’an di mana pun dan kapan pun. Kalian adalah kebanggaan kami dan bangsa ini,” ujarnya.
Beliau juga menegaskan bahwa keberhasilan para santri bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk melanjutkan perjuangan menuntut ilmu dan mengabdikan diri kepada umat.
Sementara itu, Founder Nurul Fikri Boarding School sekaligus Pembina Yayasan Nurul Fikri Aceh, Tgk. H. Makhyaruddin Yusuf, menegaskan bahwa menghafal Al-Qur’an merupakan fondasi utama dalam sistem pendidikan Dayah Nurul Fikri Aceh.
“Menghafal Al-Qur’an adalah langkah awal sebelum menyelami dan mengarungi samudra ilmu yang begitu luas. Menghafal Al-Qur’an adalah nafas dan spirit utama Dayah Nurul Fikri Aceh. Dari Al-Qur’an lahir generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan manfaat bagi umat dan kemanusiaan,” ungkapnya.
Beliau juga mengingatkan para santri bahwa mereka merupakan generasi yang akan memegang peran penting dalam pembangunan umat dan bangsa di masa depan.
Dalam kesempatan yang sama, Pengasuh Dayah Nurul Fikri Aceh, Tgk. H. Surianto Sudirman, Lc., M.A., menyampaikan kuliah umum kepada para santri yang telah khatam Al-Qur’an dan menyelesaikan pendidikan mereka di dayah.
Beliau menegaskan bahwa menuntut ilmu tidak pernah mengenal kata akhir dan bahwa ilmu merupakan hal yang paling utama dalam kehidupan manusia.
“Menuntut ilmu tidak pernah ada kata selesai. Tamat dari dayah bukan berarti tamat belajar. Menuntut ilmu pasti letih dan lelah, namun kesabaran dalam menuntut ilmu akan mengantarkan seseorang kepada kemuliaan dunia dan akhirat,” ujar beliau.
Menurutnya, para santri harus terus menjaga hafalan Al-Qur’an sekaligus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi umat.
Hasil pendidikan Dayah Nurul Fikri Aceh tahun ini juga menunjukkan prestasi yang membanggakan. Dari 10 santri yang berhasil khatam 30 juz Al-Qur’an, lima orang di antaranya telah diterima dan akan melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar Mesir, salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka di dunia.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata kesungguhan Mudir ‘Aam, para pimpinan dayah, dewan guru, musyrif, dan seluruh tenaga pendidik yang telah berjibaku siang dan malam dalam membina para santri.
Acara Tasyakkur Al-Qur’an dan Kelulusan Santri ini turut dihadiri oleh unsur pimpinan yayasan, kepala sekolah, kepala kedayahan, dewan guru, wali asrama, tokoh masyarakat, serta ratusan wali santri yang hadir dengan penuh rasa syukur dan haru menyaksikan keberhasilan putra-putri mereka.
Momentum ini menjadi penegasan bahwa Dayah Nurul Fikri Aceh terus berkomitmen melahirkan generasi Qurani yang unggul dalam hafalan Al-Qur’an, kuat dalam ilmu pengetahuan, serta siap menjadi pemimpin masa depan yang memberikan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan. Hadiah emas batangan yang diberikan kepada para penghafal Al-Qur’an 30 Juz.












































