HUT Aceh Tenggara ke-52 Tuai Kritik Tajam: Ketua Fraksi Selayakh Tegaskan Budaya Alas Hanya Jadi Pelengkap, Bukan Ikon Utama

HARTONO PINIM

- Redaksi

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:02 WIB

5072 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE, ACEH TENGGARA – BritanaNews, 23 Juni 2026 – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara yang digelar di Stadion H. Syahadat, Desa Pulonas, Kecamatan Babussalam, menuai kritik tajam dari kalangan wakil rakyat. Ketua Fraksi Selayakh DPRK Aceh Tenggara, M. Rafi Sekedang, menegaskan bahwa budaya Alas sebagai identitas asli daerah itu hanya mendapatkan porsi sangat minim, bahkan terkesan dijadikan pelengkap semata, bukan sebagai wajah utama perhelatan yang didanai dari anggaran publik tersebut.

Rafi menilai, sejak pembukaan acara resmi yang berlangsung pukul 16.30 WIB hingga berakhirnya rangkaian kegiatan, tidak ada satu pun penampilan yang secara utuh dan mendalam menampilkan kekayaan budaya Alas. Ia menyebut, yang tampil justru unsur budaya lain, sementara pakaian adat Alas yang sempat terlihat hanya sebatas hiasan pada beberapa tokoh, tidak ditampilkan dalam bentuk atraksi, tarian, atau pertunjukan yang menggambarkan nilai sejarah dan kearifan lokal.

“Secara terang-terangan kita lihat, dari awal hingga akhir acara, budaya Alas tidak mendapatkan ruang yang layak. Seolah-olah ini bukan hari jadi Aceh Tenggara, melainkan ajang memamerkan budaya lain. Pakaian adat yang ada hanya sekadar dipakai untuk foto bersama, tidak ada penampilan yang menyentuh inti jati diri kita,” tegas Rafi dengan nada tegas saat ditemui awak media, Rabu (23/6/2026).

ADVERTISEMENT

Banner Web

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mempertanyakan dasar pertimbangan panitia penyelenggara yang menyusun susunan acara sedemikian rupa. Menurutnya, perayaan HUT daerah adalah momen paling tepat untuk memperkenalkan sekaligus menguatkan identitas Alas di hadapan masyarakat sendiri maupun tamu undangan yang datang dari luar daerah. Ketika budaya lokal justru tersisih, maka tujuan utama perayaan itu dianggap gagal tercapai.

“Uang yang dipakai untuk menggelar acara ini adalah uang rakyat Aceh Tenggara. Logikanya, hasilnya harus kembali mencerminkan siapa kita. Jika budaya Alas hanya mendapat tempat yang sempit dan tersembunyi, maka ada yang keliru dalam konsep dan keputusan panitia,” kritiknya semakin tajam.

Rafi juga menyoroti dugaan bahwa tidak ada tokoh adat atau budayawan Alas yang dilibatkan dalam penyusunan konsep acara. Menurutnya, keterlibatan mereka seharusnya menjadi syarat mutlak agar setiap penampilan yang ditampilkan sesuai dengan nilai aslinya dan tidak kehilangan makna.

“Apakah panitia sengaja mengesampingkan tokoh budaya Alas? Jika ya, ini kesalahan besar. Kita tidak bisa mengaku mencintai daerah, tapi melupakan akar budayanya sendiri. Ini bukan sekadar soal acara, tapi soal keberlangsungan identitas generasi mendatang,” tandasnya.

Sampai berita ini diturunkan, pihak panitia pelaksana maupun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Tenggara belum memberikan tanggapan atau klarifikasi resmi terkait kritik yang disampaikan tersebut. Tidak ada penjelasan mengenai alokasi waktu, anggaran, maupun dasar pertimbangan yang digunakan dalam menyusun rangkaian kegiatan HUT ke-52 itu.

Sebagai prinsip pemberitaan yang berimbang, BritanaNews tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak panitia, pemerintah daerah, maupun instansi terkait untuk menyampaikan jawaban, penjelasan, maupun hak jawabnya. Berita ini disusun berdasarkan keterangan narasumber yang menyampaikan kritik dan belum menarik kesimpulan akhir sebelum ada penjelasan resmi dari pihak yang dituju. (Hartono pinim)

Berita Terkait

Dari Peusijuk hingga Three-Finger Salute, SIMBES 2026 Teguhkan Solidaritas Mahasiswa Ekonomi Syariah
Jembatan Rusak Parah, Warga Pangur dan Uning Was-Was Melintas: Akses Tunggal Menuju RSUD Ali Kasim Terancam
Wakil Ketua IPELMASRA Desak DPP PPP Copot Mohd. Rizki Ramadhan, Minta Dugaan Skandal Rumah Dinas Diusut
Susi Air Kembali Beroperasi di Nagan Raya, Bupati TRK: Perkuat Konektivitas dan Buka Peluang Investasi
PT KIM NAGAN RAYA MERESAHKAN RAKYAT: Dua Bulan Dokumen Disetor, Tanah Warga Bumi Sari Belum Diselesaikan
Bank Aceh Dorong Perluasan Ekosistem Pembayaran Digital, Merchant QRIS Tembus 25.748
DPD KNPI Nagan Raya Gelar Maulid dan Santuni Anak Yatim
Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien Sambut Kedatangan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:46 WIB

Tebing Tinggi Kalapas Kelas IIB Tebing Tinggi Bahtiar Sembiring Bersama Jajaran Sosialisasi dan Pengarahan Langsung ke WBP Blok CD

Minggu, 1 November 2026 - 01:15 WIB

Hari Sumpah Pemuda 2026, KAI Sumut Perkuat Peran Generasi Muda dalam Pengembangan Transportasi Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:17 WIB

EGM Pelindo Regional 1 Belawan Yusrizal Sebut Penyesuaian Penting Tingkatkan Kualitas Efektivitas Pelayanan Pastikan Transisi Lancar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Dukungan Penerapan Pemindai Peti Kemas Hi-Co Scan di Terminal A dan B BNCT Patungan Pelindo DP World Sosialisasi 20 Oktober 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Tebing Tinggi Jumat 30 Oktober 2026 Kalapas Bahtiar Sembiring Pimpin Jajaran Bersihkan Sampah Rumput Liar Material Hambat Aliran Air

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Penandatanganan di Kantor Pelindo Regional 1 Medan Kamis 29 Oktober 2026 Oleh Kepala KSOP Mukhlish Tohepaly dan ED 1 Pelindo Hanny Uktolseya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Dipimpin Kalapas Bahtiar Sembiring Evaluasi Tugas Tingkatkan Kedisiplinan Perkuat Pemahaman Tugas Fungsi Tanggung Jawab Petugas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:22 WIB

Lapas Tebing Tinggi Komitmen Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pelayanan Profesional Transparan dan Berintegritas

Berita Terbaru