
ACEH | AGARA | KUTACANE, 18 Juni 2026 – Kondisi memprihatinkan yang terjadi di SMP Negeri 1 Ketambe menuai sorotan dan kekecewaan dari berbagai elemen masyarakat. Kerusakan sejumlah fasilitas sekolah seperti meja dan kursi belajar, plafon ruang kelas yang jebol, kaca jendela yang pecah, serta pagar dan bangunan sekolah yang tidak terawat dinilai mencerminkan lemahnya pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan.
Masyarakat mempertanyakan sejauh mana pemanfaatan anggaran yang tersedia untuk mendukung pemeliharaan dan perawatan fasilitas sekolah. Berbagai pertanyaan muncul terkait upaya yang telah dilakukan pihak sekolah dalam menjaga kondisi lingkungan pendidikan agar tetap layak dan aman bagi siswa maupun tenaga pendidik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Atas kondisi tersebut, masyarakat mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara untuk segera melakukan inspeksi dan audit menyeluruh terhadap pengelolaan sekolah, termasuk mengevaluasi kinerja kepala sekolah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Apabila hasil evaluasi menemukan adanya kelalaian, ketidakmampuan manajerial, atau pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku, masyarakat meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara mengambil tindakan tegas sesuai aturan, termasuk mempertimbangkan pencopotan Kepala SMP Negeri 1 Ketambe dari jabatannya.
Menurut masyarakat, sekolah merupakan tempat mencetak generasi masa depan sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Kondisi fasilitas yang rusak dan terabaikan dalam waktu yang cukup lama dinilai tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
Masyarakat berharap pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera turun tangan agar proses belajar mengajar di SMP Negeri 1 Ketambe dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan sesuai standar pendidikan yang diharapkan. (Hartono Pinim)












































