Britana.com || Pengurus KAMMI Komisariat Universitas Syiah Kuala melakukan kunjungan silaturahmi dan audiensi dengan Tuanku Muhammad selaku Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh pada Selasa, 12 Mei 2026. Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat tersebut membahas berbagai isu kepemudaan, khususnya mengenai upaya membangun organisasi mahasiswa yang mampu melahirkan generasi muda berprestasi, berdaya saing, serta memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah. Audiensi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara organisasi mahasiswa dan pemangku kebijakan daerah.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran Pengurus KAMMI Komisariat Universitas Syiah Kuala yang dikomandoi Reza Fahlevi menyampaikan sejumlah gagasan terkait pengembangan kapasitas pemuda melalui pembinaan organisasi yang sehat, progresif, dan adaptif terhadap tantangan zaman. KAMMI menilai bahwa organisasi mahasiswa tidak hanya berfungsi sebagai wadah kaderisasi, tetapi juga sebagai ruang pengembangan intelektual, kepemimpinan, dan pengabdian sosial. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berbagai pihak agar organisasi kepemudaan mampu terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
KAMMI Komisariat Universitas Syiah Kuala juga menyoroti pentingnya membangun budaya prestasi di kalangan generasi muda. Menurut pengurus KAMMI, banyak pemuda memiliki potensi besar, namun belum mendapatkan ruang dan dukungan yang maksimal untuk berkembang. Organisasi mahasiswa diharapkan dapat menjadi jembatan yang membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan akademik, keterampilan komunikasi, kepemimpinan, hingga keberanian untuk terlibat dalam berbagai agenda sosial dan pembangunan daerah. Dengan pembinaan yang tepat, pemuda diyakini dapat menjadi motor penggerak perubahan di masa depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Tuanku Muhammad menyampaikan apresiasi atas semangat dan inisiatif yang ditunjukkan oleh KAMMI Komisariat Universitas Syiah Kuala. Ia menegaskan bahwa peran organisasi kepemudaan sangat penting dalam menciptakan generasi yang aktif, kritis, dan berintegritas. Menurutnya, pemuda harus diberikan ruang untuk berdiskusi, berinovasi, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara organisasi mahasiswa dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat agar program pembinaan pemuda dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak turut membahas tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari rendahnya minat literasi, pengaruh negatif media sosial, hingga kurangnya ruang pengembangan diri bagi mahasiswa. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan gerakan bersama yang mampu menghadirkan kegiatan positif, produktif, dan inspiratif bagi kalangan pemuda. KAMMI berharap adanya dukungan terhadap berbagai program kepemudaan seperti pelatihan kepemimpinan, seminar pengembangan diri, forum diskusi, hingga kegiatan sosial yang dapat meningkatkan kualitas dan daya saing mahasiswa.
Audiensi ini diharapkan menjadi awal dari terjalinnya komunikasi dan kerja sama yang lebih erat antara KAMMI Komisariat Universitas Syiah Kuala dengan DPRK Banda Aceh dalam mendukung pengembangan generasi muda Aceh. Melalui sinergi yang kuat, organisasi mahasiswa diyakini mampu melahirkan kader-kader muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan, dan semangat pengabdian untuk kemajuan daerah. KAMMI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari gerakan pembinaan pemuda yang aktif, inovatif, dan berorientasi pada prestasi.












































