Kasab, Cinta dan Pengabdian : Dedikasi Istri Prajurit untuk Budaya Aceh

SAMSUL EDY S.HUT.,M.Kv

- Redaksi

Rabu, 29 April 2026 - 11:29 WIB

50117 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Britana.com || Di Desa Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, deretan benang emas yang tersusun rapi di atas kain beludru bukan sekadar hiasan. Di tangan Ema Mutiara Deka, sulaman kasab menjelma menjadi karya bernilai seni tinggi sekaligus sumber penguatan ekonomi bagi banyak keluarga.

Kasab, Cinta dan Pengabdian : Dedikasi Istri Prajurit untuk Budaya Aceh

Perempuan yang akrab disapa Ema ini merupakan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 012 PD Iskandar Muda. Ia menikah dengan Koptu Didik Sulistyo Budi (NRP 31050191151086) pada 10 Oktober 2010, yang kini bertugas sebagai Ta Provost Dim 0105/Aceh Barat. Sejak menjadi seorang Persit, Ema menjalani dua peran sekaligus — mendampingi suami dalam pengabdian kepada negara dan menjadi penggerak ekonomi kreatif melalui usaha Mutiara Kasab.

Warisan Keterampilan yang Menjadi Jalan Pengabdian

ADVERTISEMENT

Banner Web

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keterampilan menyulam kasab bukanlah hal baru bagi Ema. Keahlian itu ia peroleh secara turun-temurun dari orang tuanya yang juga pengrajin kasab Aceh. Berbekal kecintaan terhadap budaya daerah dan keinginan membantu ekonomi keluarga, ia mulai merintis usaha ini.

Baginya, kasab bukan sekadar kerajinan tangan. Setiap motif yang disulam memiliki makna dan identitas budaya Aceh. Motif seperti Pucok Rebung, Pinto Aceh, hingga Sulubayung khas Aceh Barat menjadi simbol harapan, kehangatan, dan keindahan kehidupan.

Kasab, Cinta dan Pengabdian : Dedikasi Istri Prajurit untuk Budaya Aceh

Proses pembuatannya masih dilakukan secara tradisional — dimulai dari menggambar motif di atas kain, memasang kain pada meja kayu, hingga menyulam dengan tangan secara teliti. Waktu pengerjaannya bisa mencapai satu minggu hingga satu bulan, tergantung tingkat kerumitan.

Dari tangannya lahir berbagai produk bernilai tinggi, seperti Pelaminan adat Aceh, Perlengkapan pesijuk, Busana dan songket, Tas dan hiasan dinding, Tempat tisu dan cinderamata. Produk-produk ini dipasarkan di tingkat lokal hingga luar daerah.

Semangat Pemberdayaan dari Lingkungan Sekitar

Salah satu kebahagiaan terbesar bagi Ema adalah kemampuannya mengajak ibu-ibu di lingkungan tempat tinggalnya untuk ikut dan menyulam kasab. Melalui Mutiara Kasab, ia membuka peluang bagi para perempuan sekitar untuk memperoleh penghasilan tambahan dan membantu perekonomian keluarga.

Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan. Dengan saling belajar dan mendukung, mereka tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kemandirian ekonomi.

Namun perjalanan usaha tidak selalu mulus. Tantangan terbesar yang ia rasakan adalah penjualan yang kadang menurun, yang menuntut kreativitas dan kesabaran untuk terus bertahan serta berinovasi.

Melestarikan Budaya, Menguatkan Ekonomi

Usaha Mutiara Kasab bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang pelestarian warisan budaya. Di tengah arus modernisasi dan berkurangnya minat generasi muda terhadap kerajinan tradisional, Ema tetap konsisten menjaga keaslian proses dan nilai-nilai kasab.

Melalui pameran budaya, promosi media sosial, dan kegiatan Persit seperti event Persit Bisa, ia memperkenalkan kasab Aceh kepada masyarakat yang lebih luas dengan tampilan yang lebih modern tanpa meninggalkan akar tradisinya.

Kehadiran usahanya juga memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar dengan terbentuknya kelompok pengrajin yang membantu meningkatkan ekonomi keluarga.

Perempuan yang Menyatukan Peran

Sebagai seorang istri prajurit, Ema memahami betul dinamika kehidupan militer. Disiplin, kesabaran, dan kesiapan dalam segala situasi menjadi bagian dari keseharian. Namun semua itu tidak menghalanginya untuk tetap berkarya.

Ia membuktikan bahwa perempuan Persit mampu mendampingi suami dengan penuh kebanggaan, menjaga budaya daerah, menjadi penggerak ekonomi keluarga dan lingkungan

Inspirasi dari Desa Kuala Bubon

Dari desa kecil di Aceh Barat, Ema Mutiara Deka menunjukkan bahwa karya besar bisa lahir dari ketekunan dan kecintaan pada tradisi.

Melalui benang-benang kasab yang disulam dengan penuh kesabaran, ia tidak hanya menciptakan keindahan, tetapi juga harapan bagi banyak perempuan untuk mandiri dan berdaya.

Kisahnya adalah bukti bahwa anggota Persit bukan hanya pendamping, tetapi juga pelestari budaya, penggerak ekonomi, dan sumber inspirasi bagi sekitarnya.

Berita Terkait

Wakil Ketua IPELMASRA Desak DPP PPP Copot Mohd. Rizki Ramadhan, Minta Dugaan Skandal Rumah Dinas Diusut
Susi Air Kembali Beroperasi di Nagan Raya, Bupati TRK: Perkuat Konektivitas dan Buka Peluang Investasi
PT KIM NAGAN RAYA MERESAHKAN RAKYAT: Dua Bulan Dokumen Disetor, Tanah Warga Bumi Sari Belum Diselesaikan
Bank Aceh Dorong Perluasan Ekosistem Pembayaran Digital, Merchant QRIS Tembus 25.748
DPD KNPI Nagan Raya Gelar Maulid dan Santuni Anak Yatim
Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien Sambut Kedatangan Presiden Prabowo
57 Hektare Ladang Ganja di Nagan Raya Dimusnahkan,Ditresnarkoba Polda Aceh dan Brimob Batalyon C Pelopor
Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Jumat Keliling di Masjid Al-Hustha
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 01:19 WIB

Wakil Ketua IPELMASRA Desak DPP PPP Copot Mohd. Rizki Ramadhan, Minta Dugaan Skandal Rumah Dinas Diusut

Selasa, 3 November 2026 - 01:05 WIB

Susi Air Kembali Beroperasi di Nagan Raya, Bupati TRK: Perkuat Konektivitas dan Buka Peluang Investasi

Senin, 2 November 2026 - 13:53 WIB

PT KIM NAGAN RAYA MERESAHKAN RAKYAT: Dua Bulan Dokumen Disetor, Tanah Warga Bumi Sari Belum Diselesaikan

Minggu, 1 November 2026 - 21:48 WIB

DPD KNPI Nagan Raya Gelar Maulid dan Santuni Anak Yatim

Minggu, 1 November 2026 - 19:34 WIB

Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien Sambut Kedatangan Presiden Prabowo

Minggu, 1 November 2026 - 14:15 WIB

57 Hektare Ladang Ganja di Nagan Raya Dimusnahkan,Ditresnarkoba Polda Aceh dan Brimob Batalyon C Pelopor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Jumat Keliling di Masjid Al-Hustha

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Dana Desa Kuta Mbaru 2023–2025 di Agara Disorot, Anggaran Air Limbah Rp80 Juta Dan Pengajian Rp30 Juta Dipertanyakan

Berita Terbaru