Gubernur Aceh dan Dubes UEA Sepakat Bentuk Tim Investasi, Buka Peluang Penerbangan Internasional

SAMSUL EDY S.HUT.,M.Kv

- Redaksi

Selasa, 28 April 2026 - 14:19 WIB

5035 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), berjabat tangan dengan Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Abdulla Salem Al-Dhaheri, usai pertemuan di Jakarta, Senin (27/4/2026). Foto: (Humas Aceh).

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), berjabat tangan dengan Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Abdulla Salem Al-Dhaheri, usai pertemuan di Jakarta, Senin (27/4/2026). Foto: (Humas Aceh).

Britana.com || JAKARTA – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), bersama Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al-Dhaheri, sepakat membentuk tim bersama untuk mendorong kerja sama strategis di bidang investasi, perdagangan, dan penerbangan. Tim tersebut dijadwalkan mulai bekerja pada Mei 2026.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), berjabat tangan dengan Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Abdulla Salem Al-Dhaheri, usai pertemuan di Jakarta, Senin (27/4/2026). Foto: (Humas Aceh).

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan audiensi yang berlangsung di kediaman Dubes UEA di kawasan Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal pembukaan peluang investasi bagi investor UEA di Aceh.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, menjelaskan bahwa pembentukan tim bersama tersebut merupakan bentuk konkret tindak lanjut dari komitmen kedua belah pihak.

ADVERTISEMENT

Banner Web

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan sekadar kunjungan audiensi, tetapi langkah nyata membuka ruang usaha dan investasi di Aceh bagi mitra dari UEA,” ujar Nurlis.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mualem memaparkan berbagai sektor potensial yang dapat dikembangkan melalui investasi, seperti sektor minyak dan gas, pertambangan, hingga industri hilir kelapa sawit untuk produksi minyak goreng.

Selain itu, peluang ekspor produk unggulan Aceh ke pasar Timur Tengah juga menjadi fokus pembahasan. Produk seperti minyak nilam dan kayu gaharu disebut memiliki nilai ekonomi tinggi, terutama sebagai bahan baku industri parfum yang banyak diminati di negara-negara Arab.

Tak hanya itu, Aceh juga menawarkan berbagai produk turunan kelapa yang memiliki potensi ekspor besar, di antaranya minyak kelapa, tepung kelapa, briket arang, hingga sabut kelapa. Produk energi terbarukan berbasis biomassa seperti wood pellet dan karbon aktif dari cangkang kelapa serta kelapa sawit turut menjadi perhatian dalam kerja sama ini.

“Semua potensi ini kita dorong dalam bentuk produk olahan agar memiliki nilai tambah tinggi dan daya saing global,” kata Nurlis.

Di sektor transportasi, pihak maskapai dari UEA menunjukkan ketertarikan untuk membuka rute penerbangan langsung dari Aceh ke UEA. Bahkan, rute tersebut direncanakan dapat terhubung langsung dengan Arab Saudi guna memudahkan jamaah umrah asal Aceh dan daerah lainnya.

Langkah ini dinilai akan menjadi terobosan penting dalam meningkatkan konektivitas internasional Aceh sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

Selain kerja sama ekonomi, Pemerintah UEA juga menyatakan komitmennya untuk mendukung pemulihan pembangunan di Aceh pascabencana, termasuk pembangunan perumahan, infrastruktur jalan, dan lahan pertanian.

Dalam kesempatan yang sama, Dubes UEA juga menegaskan rencana investasi dari perusahaan energi asal UEA, Mubadala Energy, yang akan membangun fasilitas logistik shorebase guna mendukung eksplorasi Blok Andaman di Aceh.

Kerja sama ini diharapkan menjadi momentum strategis bagi Aceh untuk memperkuat posisi sebagai daerah tujuan investasi internasional, sekaligus membuka akses pasar global yang lebih luas bagi produk-produk unggulan daerah.

Berita Terkait

Lebih dari 4.000 Warga Daftar NasDem Aceh Fun Walk, Gratis dan Siapkan Hadiah Rp105 Juta
Dari Peusijuk hingga Three-Finger Salute, SIMBES 2026 Teguhkan Solidaritas Mahasiswa Ekonomi Syariah
Jembatan Rusak Parah, Warga Pangur dan Uning Was-Was Melintas: Akses Tunggal Menuju RSUD Ali Kasim Terancam
Wakil Ketua IPELMASRA Desak DPP PPP Copot Mohd. Rizki Ramadhan, Minta Dugaan Skandal Rumah Dinas Diusut
Susi Air Kembali Beroperasi di Nagan Raya, Bupati TRK: Perkuat Konektivitas dan Buka Peluang Investasi
PT KIM NAGAN RAYA MERESAHKAN RAKYAT: Dua Bulan Dokumen Disetor, Tanah Warga Bumi Sari Belum Diselesaikan
Bank Aceh Dorong Perluasan Ekosistem Pembayaran Digital, Merchant QRIS Tembus 25.748
DPD KNPI Nagan Raya Gelar Maulid dan Santuni Anak Yatim

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:45 WIB

Lebih dari 4.000 Warga Daftar NasDem Aceh Fun Walk, Gratis dan Siapkan Hadiah Rp105 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 22:15 WIB

Dari Peusijuk hingga Three-Finger Salute, SIMBES 2026 Teguhkan Solidaritas Mahasiswa Ekonomi Syariah

Selasa, 3 November 2026 - 08:43 WIB

Jembatan Rusak Parah, Warga Pangur dan Uning Was-Was Melintas: Akses Tunggal Menuju RSUD Ali Kasim Terancam

Selasa, 3 November 2026 - 01:19 WIB

Wakil Ketua IPELMASRA Desak DPP PPP Copot Mohd. Rizki Ramadhan, Minta Dugaan Skandal Rumah Dinas Diusut

Senin, 2 November 2026 - 13:53 WIB

PT KIM NAGAN RAYA MERESAHKAN RAKYAT: Dua Bulan Dokumen Disetor, Tanah Warga Bumi Sari Belum Diselesaikan

Senin, 2 November 2026 - 09:16 WIB

Bank Aceh Dorong Perluasan Ekosistem Pembayaran Digital, Merchant QRIS Tembus 25.748

Minggu, 1 November 2026 - 21:48 WIB

DPD KNPI Nagan Raya Gelar Maulid dan Santuni Anak Yatim

Minggu, 1 November 2026 - 19:34 WIB

Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien Sambut Kedatangan Presiden Prabowo

Berita Terbaru