BRIN dan DKP Aceh Besar Perkuat Kolaborasi, Dorong Inovasi Tambak Garam Tradisional

SAMSUL EDY S.HUT.,M.Kv

- Redaksi

Sabtu, 11 April 2026 - 15:26 WIB

5052 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Besar, ir. Makmun, MT menerima kunjungan tim BRIN di Kota Jantho, Jumat (10/4/2026). FOTO: (MC ACEH BESAR).

Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Besar, ir. Makmun, MT menerima kunjungan tim BRIN di Kota Jantho, Jumat (10/4/2026). FOTO: (MC ACEH BESAR).

Britana.Com || Aceh Besar — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) menerima kunjungan kerja tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam rangka memperkuat sinergi riset dan pengembangan sektor kelautan dan perikanan, khususnya pengelolaan tambak garam tradisional.

Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Besar, ir. Makmun, MT menerima kunjungan tim BRIN di Kota Jantho, Jumat (10/4/2026). FOTO: (MC ACEH BESAR).

Kunjungan yang berlangsung di Kota Jantho, Jumat (10/4/2026), tersebut dipimpin oleh Dr. Ir. Dini Purbani, M.Sc dan disambut langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKP Aceh Besar, Ir. Makmun, MT.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam eksplorasi pengetahuan lokal terkait pengelolaan tambak garam tradisional di Aceh Besar, yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan berbasis riset dan inovasi.

ADVERTISEMENT

Banner Web

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plt Kepala DKP Aceh Besar, Makmun, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim BRIN dan berharap kolaborasi ini mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat pesisir.

“Pemerintah daerah selama ini telah berupaya meningkatkan kapasitas petambak, namun hasilnya belum signifikan. Salah satu kendala utama adalah kurangnya pendampingan lanjutan sehingga pengetahuan yang diperoleh belum diimplementasikan secara konsisten,” ujar Makmun.

Ia juga mengungkapkan bahwa kelompok usaha bersama (KUB) di sektor tambak masih menghadapi keterbatasan dalam mengakses permodalan maupun skema kredit produktif. Hal tersebut disebabkan oleh lemahnya tata kelola administrasi yang menjadi syarat utama dalam pengajuan bantuan.

“Akibatnya, para petambak mengalami kesulitan untuk mengembangkan usaha, termasuk dalam pengadaan peralatan yang lebih modern,” jelasnya.

Makmun berharap, melalui kolaborasi dengan BRIN, akan lahir inovasi yang tidak hanya berbasis ilmiah, tetapi juga aplikatif dan mudah diterapkan di lapangan.

“Ke depan, kami berharap ada pilot project atau program percontohan yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pesisir. Dengan adanya BRIN, kami optimistis berbagai permasalahan dapat dicarikan solusi berbasis ilmiah,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan tim BRIN menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk menjajaki kebutuhan daerah sekaligus mengidentifikasi peluang riset yang relevan dengan kondisi lokal di Aceh Besar.

Menurut mereka, pendekatan berbasis data menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan yang tepat di sektor kelautan dan perikanan, termasuk dalam pengembangan tambak garam tradisional.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, tim BRIN bersama DKP Aceh Besar juga melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah lokasi tambak garam guna melihat langsung kondisi eksisting serta potensi pengembangannya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan lembaga riset nasional, demi mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui inovasi dan penguatan sektor kelautan dan perikanan di Aceh Besar.(*)

Berita Terkait

Jembatan Rusak Parah, Warga Pangur dan Uning Was-Was Melintas: Akses Tunggal Menuju RSUD Ali Kasim Terancam
Wakil Ketua IPELMASRA Desak DPP PPP Copot Mohd. Rizki Ramadhan, Minta Dugaan Skandal Rumah Dinas Diusut
Susi Air Kembali Beroperasi di Nagan Raya, Bupati TRK: Perkuat Konektivitas dan Buka Peluang Investasi
PT KIM NAGAN RAYA MERESAHKAN RAKYAT: Dua Bulan Dokumen Disetor, Tanah Warga Bumi Sari Belum Diselesaikan
Bank Aceh Dorong Perluasan Ekosistem Pembayaran Digital, Merchant QRIS Tembus 25.748
DPD KNPI Nagan Raya Gelar Maulid dan Santuni Anak Yatim
Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien Sambut Kedatangan Presiden Prabowo
57 Hektare Ladang Ganja di Nagan Raya Dimusnahkan,Ditresnarkoba Polda Aceh dan Brimob Batalyon C Pelopor

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:43 WIB

Jembatan Rusak Parah, Warga Pangur dan Uning Was-Was Melintas: Akses Tunggal Menuju RSUD Ali Kasim Terancam

Selasa, 3 November 2026 - 01:19 WIB

Wakil Ketua IPELMASRA Desak DPP PPP Copot Mohd. Rizki Ramadhan, Minta Dugaan Skandal Rumah Dinas Diusut

Selasa, 3 November 2026 - 01:05 WIB

Susi Air Kembali Beroperasi di Nagan Raya, Bupati TRK: Perkuat Konektivitas dan Buka Peluang Investasi

Senin, 2 November 2026 - 09:16 WIB

Bank Aceh Dorong Perluasan Ekosistem Pembayaran Digital, Merchant QRIS Tembus 25.748

Minggu, 1 November 2026 - 21:48 WIB

DPD KNPI Nagan Raya Gelar Maulid dan Santuni Anak Yatim

Minggu, 1 November 2026 - 19:34 WIB

Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien Sambut Kedatangan Presiden Prabowo

Minggu, 1 November 2026 - 14:15 WIB

57 Hektare Ladang Ganja di Nagan Raya Dimusnahkan,Ditresnarkoba Polda Aceh dan Brimob Batalyon C Pelopor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Jumat Keliling di Masjid Al-Hustha

Berita Terbaru