Foto: TMS Gelar FGD, Diikuti 936 Siswa Sahabat Tagana MIN 8 Banda Aceh, Sabtu (7/11/2926)
BRITANANEWS | BANDA ACEH — Sebanyak 936 siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Banda Aceh dibekali edukasi kesiapsiagaan dan mitigasi bencana melalui program Tagana Masuk Sekolah (TMS).
Kegiatan ini disambut hangat Kepala MIN 8 Banda Aceh, Djamaluddin Husita, S.Pd., M.Si., bersama para guru Kelas, dewan guru, dan wali murid.
Kepala sekolah didampingi Waka Humas Efendi, S.Pd.I., dan Waka Kurikulum Fadli, S.Pd., saat menerima Tim TMS Tagana/Dinas Sosial Aceh. Kegiatan berlangsung melalui sosialisasi, diskusi kelompok terarah (FGD), serta pengujian standar operasional prosedur (SOP) melalui simulasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Djamaluddin mengapresiasi Tim TMS Tagana/Dinsos Aceh yang memenuhi permintaan pihak sekolah melalui Bidang Linjamsos, Yang Direspon Cepat Oleh Sub Koordinator PSKB Dinsos Aceh, Yanyan Rahmad,A.Ks., M.Si.

Ia mengungkapkan, kondisi gedung sekolah yang memiliki tiga lantai tanpa tangga darurat menjadi kekhawatiran tersendiri.
Pengalaman saat gempa sebelumnya, siswa panik dan berdesakan meninggalkan kelas, terutama murid kelas VI di lantai tiga dan siswa lantai dua. Ujar Jamaluddin
“Dengan adanya Tagana Masuk Sekolah, Praktisi Tagana Gembleng 936 siswa kami dapat memperoleh edukasi dan mitigasi bencana Dan Menjadi Sahabat Tagana.
Mereka perlu dibekali sistem evakuasi mandiri serta kemampuan membantu teman, karena saat gempa tidak dapat dipungkiri anak-anak bisa panik,” harapnya.
Kegiatan tersebut melibatkan lima personel Tim TMS Nyakni: Ir.Tarmizi Umar; Didi Agustiar, SE; M. Jeffryal Tayani, SE; Mukhlis, ST; Hendra Hidayat, ST; dan Dekgam Nazli Siron.

Materi meliputi pengenalan jenis bencana alam dan nonalam, tanda-tanda awal bencana, pemetaan risiko di sekolah, serta pengetahuan kesiapsiagaan sebelum, saat, dan setelah bencana.
Dalam simulasi gempa bumi, siswa dilatih menerapkan prinsip Drop, Cover, and Hold On atau merunduk, berlindung, dan berpegangan.

Mereka juga diperkenalkan dengan peta jalur evakuasi, rambu arah penyelamatan, titik kumpul, serta latihan evakuasi secara tertib tanpa berlari, Tidak Saling mendorong, maupun membawa barang yang tidak diperlukan.
Simulasi lapangan dilaksanakan secara bergantian dengan pendampingan langsung petugas Tagana hingga pengujian SOP evakuasi.
Djamaluddin berharap edukasi penyelamatan diri dan evakuasi mandiri saat gempa maupun kebakaran dapat terus diberikan.
Kekhawatiran tersebut semakin besar karena lokasi SPBU sangat dekat dengan sekolah, tepat di sisi pintu utama, sementara akses keluar lainnya terbatas dan lingkungan sekitar dipenuhi semak belukar yang berisiko tinggi saat musim kemarau.
Sekretaris FK Tagana Aceh, M. Jefri Tayani, SE, menegaskan bahwa edukasi kebakaran bukan domain Tagana, melainkan ranah pemadam kebakaran (Damkar).
Program ini turut didorong kepedulian Fitriyan Umyuddin, yang dikenal sebagai Bang Boy, pemerhati bencana sekaligus wali murid yang mengupayakan kehadiran TMS di sekolah anaknya.
Ditanya apakah dirinya merupakan unsur komite sekolah, Bang Boy dengan tegas membantah.“Saya bukan unsur komite sekolah, cuma rasa kepedulian terhadap kondisi sekolah,” singkat Bang Boy.*[]













































