PW PII Aceh Desak Pangdam IM Usut Penembakan di Pidie Serta Menyayangkan Ketidakpedulian Gubernur Aceh dan Ketua DPRA

SAMSUL EDY S.HUT.,M.Kv

- Redaksi

Kamis, 5 November 2026 - 13:10 WIB

5016 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Ketua Umum Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Aceh, Mohd Rendi Febriansyah, mendesak Panglima Kodam Iskandar Muda untuk mengusut dan mengambil tindakan tegas terhadap prajurit TNI yang diduga melakukan penembakan terhadap masyarakat di Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, pada Rabu, 4 November 2026.

Rendi menyayangkan tindakan oknum aparat yang menggunakan senjata sehingga mengakibatkan kematian dalam penanganan persoalan di tengah masyarakat.

Menurut Rendi, tindakan penembakan tersebut harus diusut secara menyeluruh. Pangdam Iskandar Muda harus memastikan adanya pertanggungjawaban hukum terhadap setiap prajurit yang terbukti melakukan pelanggaran.

ADVERTISEMENT

Banner Web

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika terbukti terdapat prajurit yang melakukan penembakan terhadap masyarakat secara tidak sesuai dengan ketentuan hukum dan prosedur penggunaan kekuatan, maka harus diberikan sanksi tegas. Tidak boleh ada pembiaran, apalagi perlindungan terhadap oknum tersebut,” tegas Rendi.

Ia juga meminta Polda Aceh turut melakukan investigasi atas peristiwa tersebut. Proses pemeriksaan dilakukan secara transparan dan objektif, termasuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab dalam insiden itu.

Menurutnya, negara harus memberikan keadilan kepada korban dan keluarga korban serta menjamin pemulihan bagi masyarakat yang mengalami luka-luka.

Selain mendesak Pangdam Iskandar Muda, Rendi juga menyayangkan sikap dan minimnya respons Gubernur Aceh serta Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) terhadap berbagai konflik yang terus berlarut di tengah masyarakat.

Ia menilai, persoalan Bendera Aceh yang hingga kini belum menemukan penyelesaian konkret telah berulang kali menimbulkan ketegangan dan korban antara aparat keamanan dan masyarakat. Bahkan, persoalan yang semestinya dapat diselesaikan melalui mekanisme politik, komunikasi, dan dialog justru berpotensi berkembang menjadi konflik di lapangan.

“Ini menjadi pertanyaan besar bagi kita semua, di mana kehadiran Gubernur Aceh dan Ketua DPRA ketika persoalan-persoalan mendasar masyarakat terus berlarut dan bahkan menimbulkan konflik? Jangan sampai pemerintah daerah hanya hadir dalam seremoni, tetapi absen ketika rakyat membutuhkan keberpihakan dan penyelesaian persoalan,” ujar Rendi.

Menurutnya, Gubernur Aceh dan DPRA memiliki tanggung jawab politik dan moral untuk memastikan bahwa persoalan kekhususan Aceh, termasuk polemik Bendera Aceh, mendapatkan penyelesaian yang serius. Pemerintah tidak boleh membiarkan persoalan tersebut terus menjadi sumber ketegangan antara masyarakat dan aparat keamanan.

“Tanggung jawab atas sumpah jabatan dan janji yang kalian ucapkan ketika pemilihan. Pemerintah Aceh harus lebih serius membuka ruang dialog dengan pemerintah pusat dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat serta mengedepankan ketentuan hukum dan kekhususan Aceh,” tegas Rendi

PW PII Aceh menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap dugaan tindakan kekerasan aparat serta penyelesaian persoalan kekhususan Aceh harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kebijakan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.

Berita Terkait

Siswa SMAN 1 Seunagan Raih Juara I dan II Duta Pelajar Sadar Hukum 2026 Tingkat Kabupaten Nagan Raya
HIMAPOL FISIP USK Kecam Penembakan di Tiro, Desak Investigasi Independen dan Penegakan Hukum
Pangdam IM beri Motivasi Prajurit Yonif TP 856/SBS untuk Tingkatkan Disiplin dan Hindari Pelanggaran
LSM Perkara Apresiasi Kinerja Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara, dorong penangkapan pelaku narkoba terus ditingkatkan
Lebih dari 4.000 Warga Daftar NasDem Aceh Fun Walk, Gratis dan Siapkan Hadiah Rp105 Juta
Dari Peusijuk hingga Three-Finger Salute, SIMBES 2026 Teguhkan Solidaritas Mahasiswa Ekonomi Syariah
Jembatan Rusak Parah, Warga Pangur dan Uning Was-Was Melintas: Akses Tunggal Menuju RSUD Ali Kasim Terancam
Wakil Ketua IPELMASRA Desak DPP PPP Copot Mohd. Rizki Ramadhan, Minta Dugaan Skandal Rumah Dinas Diusut

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:46 WIB

Tebing Tinggi Kalapas Kelas IIB Tebing Tinggi Bahtiar Sembiring Bersama Jajaran Sosialisasi dan Pengarahan Langsung ke WBP Blok CD

Senin, 2 November 2026 - 18:34 WIB

Persiapan Fokus Koordinasi Teknis Penataan Lokasi Pengecekan Sarana Prasarana Pastikan Pelayanan Tertib Lancar Optimal

Senin, 2 November 2026 - 09:21 WIB

Sukses Digelar, Pelantikan LBH Pemuda Pujakesuma Sumatera Pererat Solidaritas Antar-Ormas di Medan

Minggu, 1 November 2026 - 01:15 WIB

Hari Sumpah Pemuda 2026, KAI Sumut Perkuat Peran Generasi Muda dalam Pengembangan Transportasi Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:17 WIB

EGM Pelindo Regional 1 Belawan Yusrizal Sebut Penyesuaian Penting Tingkatkan Kualitas Efektivitas Pelayanan Pastikan Transisi Lancar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Dukungan Penerapan Pemindai Peti Kemas Hi-Co Scan di Terminal A dan B BNCT Patungan Pelindo DP World Sosialisasi 20 Oktober 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Tebing Tinggi Jumat 30 Oktober 2026 Kalapas Bahtiar Sembiring Pimpin Jajaran Bersihkan Sampah Rumput Liar Material Hambat Aliran Air

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Penandatanganan di Kantor Pelindo Regional 1 Medan Kamis 29 Oktober 2026 Oleh Kepala KSOP Mukhlish Tohepaly dan ED 1 Pelindo Hanny Uktolseya

Berita Terbaru