Angka Pengidapnya Tinggi, Ketua DPRK Usul Dibentuknya Komite Penanggulangan AIDS Banda Aceh

SAMSUL EDY S.HUT.,M.Kv

- Redaksi

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:14 WIB

5027 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Audiensi tim ADINKES Aceh terkait percepatan penanggulangan AIDS/HIV , Tuberkulosis dan Malaria (ATM) agar tercapai target global Eliminasi ATM Tahun 2030 di Ruang Rapat Pimpinan DPRK Banda Aceh. Senin, (27/07/2026). Dok Humas DPRK Banda Aceh/ Riza Azhari

Audiensi tim ADINKES Aceh terkait percepatan penanggulangan AIDS/HIV , Tuberkulosis dan Malaria (ATM) agar tercapai target global Eliminasi ATM Tahun 2030 di Ruang Rapat Pimpinan DPRK Banda Aceh. Senin, (27/07/2026). Dok Humas DPRK Banda Aceh/ Riza Azhari

Britana.com || BANDA ACEH – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, mengusulkan gagasan agar di Banda Aceh segera dibentuk Komite Penanganan AIDS.

Komite tersebut diharapkan menjadi wadah koordinasi lintas sektor untuk memastikan penanganan HIV/AIDS berjalan lebih efektif, termasuk memperkuat sosialisasi, edukasi, dan upaya pencegahan di tengah masyarakat.

Audiensi tim ADINKES Aceh terkait percepatan penanggulangan AIDS/HIV , Tuberkulosis dan Malaria (ATM) agar tercapai target global Eliminasi ATM Tahun 2030 di Ruang Rapat Pimpinan DPRK Banda Aceh. Senin, (27/07/2026). Dok Humas DPRK Banda Aceh/ Riza Azhari

Usulan itu disampaikan Irwansyah setelah mendengarkan penjelasan Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) se-Aceh mengenai kondisi terkini di Banda Aceh, yang berlangsung di ruang rapat pimpinan DPRK Banda Aceh, Senin (27/7/2026).

ADVERTISEMENT

Banner Web

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut politisi muda PKS ini, penanganan HIV/AIDS tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

“Saya mendorong agar segera dibentuknya Komite Penanggulangan AIDS. Nanti masalah ini dapat dikendalikan, dikelola, dan diperbaiki lewat kolaborasi bersama,” ujar Irwansyah.

Katanya, berdasarkan data, terdapat 918 kasus HIV/AIDS di Banda Aceh, yang tercatat sejak 2008. Bahkan data terbaru yang diterima, tahun ini ada 43 kasus baru yang tercatat di Banda Aceh.
Menjawab keinginan Adinkes terkait dukungan DPRK dalam program AIDS dan TBC, Irwansyah menyatakan siap memberikan dukungan dalam bentuk penganggaran maupun fasilitator.

Adinkes meenyebutkan, jika mereka mendorong lembaga/instansi agar melakukan skrining untuk internal masing-masing.

Irwansyah pun mencetuskan agar dilakukan pertemuan instansi/perusahaan yang ada di Banda Aceh dalam sebuah forum pertemuan di DPRK setempat. Nanti lembaga-lembaga didorong agar memiliki langkah dan tekad yang sama dalam menghadapi persoalan ini.

Perwakilan Adinkes Aceh, Media Yulizar, menjelaskan saat ini, Adinkes memfokuskan program pada penanganan HIV/AIDS, TBC, dan malaria. Namun, dalam tahap awal, kegiatan lebih diprioritaskan pada HIV/AIDS dan TBC melalui sosialisasi, edukasi, kampanye pencegahan, serta penggalangan dukungan dari berbagai pihak.

Pengurus Adinkes Aceh, dr Rayhan yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, menyampaikan bahwa kondisi HIV/AIDS di Banda Aceh sudah berada pada kategori mengkhawatirkan. Sejak 2008 hingga saat ini tercatat sebanyak 918 kasus HIV/AIDS di Banda Aceh.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 226 orang merupakan warga ber-KTP Banda Aceh, sedangkan sisanya berasal dari daerah lain namun berdomisili atau menjalani pengobatan di Banda Aceh.
Saat ini terdapat 21 layanan pengobatan HIV/AIDS di Banda Aceh, dari total 115 layanan yang tersedia di seluruh Aceh, di antaranya RSUD dr. Zainoel Abidin, Rumah Sakit Umum Meuraxa, Puskesmas Meuraxa dan lainnya.

Dr Rayhan juga mengungkapkan bahwa sebanyak 140 pasien HIV/AIDS telah meninggal dunia. Sementara sejak Januari hingga akhir Juli 2026, tercatat 43 kasus baru HIV/AIDS di Banda Aceh. Menurutnya, salah satu faktor risiko terbesar berasal dari hubungan seksual sesama laki-laki (MSM).

Selain HIV/AIDS, Adinkes juga menyoroti tingginya kasus TBC di Banda Aceh. Menurut Media Yulizar, TBC merupakan penyakit menular yang harus mendapat perhatian serius. Apabila terdapat satu penderita TBC dalam satu rumah, maka seluruh anggota keluarga perlu menjalani pemeriksaan dan pengobatan sesuai ketentuan agar penularan dapat dicegah. “Jika dalam satu rumah ada 5, 1 positig TBC, maka 4 lainnya juga ars minum obat,”ujarnya.

Ia menilai salah satu langkah penting dalam pengendalian TBC adalah memperbanyak kegiatan skrining, baik di lingkungan masyarakat maupun di instansi pemerintah dan swasta.

Dalam pertemuan tersebut, Adinkes juga meminta dukungan DPRK Banda Aceh untuk membantu penyediaan anggaran kegiatan skrining, sosialisasi, edukasi, dan kampanye pencegahan HIV/AIDS serta TBC.
Selain itu, mereka berharap perusahaan-perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR) dapat ikut mendukung upaya pencegahan penyakit tersebut, termasuk bagi karyawan dan keluarganya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr Musriadi Aswad, menilai kasus HIV/AIDS masih menjadi ancaman serius.

Menurutnya, 43 kasus baru yang ditemukan tahun ini menunjukkan perlunya langkah yang lebih terkoordinasi.

Ia mengingatkan bahwa Aceh sebelumnya pernah memiliki Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) yang cukup aktif menjalankan berbagai program. Karena itu, ia mendukung usulan pembentukan komite khusus sebagaimana disampaikan Ketua DPRK Banda Aceh.

Menurut Musriadi, pengendalian HIV/AIDS maupun TBC harus melibatkan banyak lembaga dan instansi agar upaya pencegahan, penanganan, serta penurunan jumlah kasus dapat berjalan lebih efektif.(*)

Berita Terkait

Lebih dari 4.000 Warga Daftar NasDem Aceh Fun Walk, Gratis dan Siapkan Hadiah Rp105 Juta
Dari Peusijuk hingga Three-Finger Salute, SIMBES 2026 Teguhkan Solidaritas Mahasiswa Ekonomi Syariah
Jembatan Rusak Parah, Warga Pangur dan Uning Was-Was Melintas: Akses Tunggal Menuju RSUD Ali Kasim Terancam
Wakil Ketua IPELMASRA Desak DPP PPP Copot Mohd. Rizki Ramadhan, Minta Dugaan Skandal Rumah Dinas Diusut
Susi Air Kembali Beroperasi di Nagan Raya, Bupati TRK: Perkuat Konektivitas dan Buka Peluang Investasi
PT KIM NAGAN RAYA MERESAHKAN RAKYAT: Dua Bulan Dokumen Disetor, Tanah Warga Bumi Sari Belum Diselesaikan
Sukses Digelar, Pelantikan LBH Pemuda Pujakesuma Sumatera Pererat Solidaritas Antar-Ormas di Medan
Bank Aceh Dorong Perluasan Ekosistem Pembayaran Digital, Merchant QRIS Tembus 25.748

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:45 WIB

Lebih dari 4.000 Warga Daftar NasDem Aceh Fun Walk, Gratis dan Siapkan Hadiah Rp105 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 22:15 WIB

Dari Peusijuk hingga Three-Finger Salute, SIMBES 2026 Teguhkan Solidaritas Mahasiswa Ekonomi Syariah

Selasa, 3 November 2026 - 08:43 WIB

Jembatan Rusak Parah, Warga Pangur dan Uning Was-Was Melintas: Akses Tunggal Menuju RSUD Ali Kasim Terancam

Selasa, 3 November 2026 - 01:05 WIB

Susi Air Kembali Beroperasi di Nagan Raya, Bupati TRK: Perkuat Konektivitas dan Buka Peluang Investasi

Senin, 2 November 2026 - 13:53 WIB

PT KIM NAGAN RAYA MERESAHKAN RAKYAT: Dua Bulan Dokumen Disetor, Tanah Warga Bumi Sari Belum Diselesaikan

Senin, 2 November 2026 - 09:16 WIB

Bank Aceh Dorong Perluasan Ekosistem Pembayaran Digital, Merchant QRIS Tembus 25.748

Minggu, 1 November 2026 - 21:48 WIB

DPD KNPI Nagan Raya Gelar Maulid dan Santuni Anak Yatim

Minggu, 1 November 2026 - 19:34 WIB

Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien Sambut Kedatangan Presiden Prabowo

Berita Terbaru