PT PMT Perkuat Budaya Keselamatan Kerja Melalui Safety Stand Down Di Terminal Kuala Tanjung

ERLANGGA HENDRI SURYA

- Redaksi

Senin, 29 Juni 2026 - 09:34 WIB

5037 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

BERITANEWS.COM-Batu Bara PT Prima Multi Terminal (PMT) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan kerja dengan menggelar kegiatan Safety Stand Down di PMT Terminal 2 Kuala Tanjung, Senin (29/6/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran seluruh pekerja, mitra kerja, dan pengguna jasa terhadap pentingnya kepatuhan pada prosedur keselamatan di lingkungan operasional pelabuhan.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan di tengah meningkatnya aktivitas bongkar muat di Terminal Kuala Tanjung. Seiring bertambahnya mobilitas alat berat, kendaraan operasional, dan pekerja di area terminal, PMT menilai penguatan budaya keselamatan merupakan aspek yang tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga kelancaran operasional sekaligus melindungi seluruh insan pelabuhan.

ADVERTISEMENT

Banner Web

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kegiatan tersebut, PMT kembali menyosialisasikan panduan keselamatan di sekitar kendaraan operasional, khususnya truk kontainer dan truk curah kering yang setiap hari beroperasi di kawasan terminal. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan zona aman, zona bahaya, titik buta (blind spot), hingga jarak aman yang wajib dipatuhi pekerja saat berada di sekitar kendaraan.

Pekerja diingatkan untuk menjaga jarak minimal 15 meter dari seluruh sisi truk kontainer, sedangkan untuk truk curah kering disarankan menjaga jarak sedikitnya 20 meter. Selain itu, disampaikan pula pentingnya menghindari posisi di belakang kendaraan, melakukan kontak mata dengan pengemudi sebelum melintas, menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap, serta memanfaatkan barikade saat diperlukan.

PMT juga mengimbau seluruh pekerja agar senantiasa waspada terhadap berbagai potensi bahaya selama proses bongkar muat, seperti tumpahan material curah, pergerakan alat berat, dan padatnya lalu lintas kendaraan di area terminal. Melalui pemahaman terhadap berbagai risiko tersebut, perusahaan berharap setiap pekerja mampu melakukan langkah pencegahan sebelum terjadi insiden.

Direktur Operasi dan Teknik PT Prima Multi Terminal, Wahyudi, menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan fondasi utama dalam operasional kepelabuhanan. Menurutnya, produktivitas dan kecepatan pelayanan hanya dapat dicapai apabila seluruh aktivitas dijalankan dengan mengedepankan aspek keselamatan.
“Keselamatan harus menjadi budaya yang diterapkan oleh setiap orang yang bekerja di lingkungan pelabuhan.

Kepatuhan terhadap prosedur bukan sekadar memenuhi aturan, tetapi merupakan bentuk perlindungan terhadap diri sendiri, rekan kerja, dan keberlangsungan operasional. Karena itu, kami terus mengingatkan seluruh personel untuk mengenali potensi bahaya dan tidak mengabaikan setiap prosedur keselamatan yang telah ditetapkan,” ujar Wahyudi.

Ia menjelaskan, lingkungan terminal memiliki karakteristik yang berbeda dengan kawasan industri pada umumnya. Aktivitas bongkar muat berlangsung secara dinamis dengan pergerakan alat berat, kendaraan logistik, serta pekerja yang berlangsung hampir tanpa henti sehingga menuntut tingkat kewaspadaan yang tinggi dari seluruh personel.

Menurutnya, Safety Stand Down tidak hanya menjadi forum penyampaian materi keselamatan, tetapi juga sarana memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kepedulian antarsesama pekerja dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman.

“Setiap insiden pada dasarnya dapat dicegah apabila seluruh pihak disiplin menjalankan prosedur dan saling mengingatkan. Kami ingin membangun budaya bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya menjadi tugas unit K3 atau pengawas lapangan,” tambahnya.

PMT secara rutin melaksanakan berbagai program penguatan budaya keselamatan, mulai dari inspeksi lapangan, identifikasi potensi bahaya, evaluasi risiko pekerjaan, standardisasi peralatan operasional, hingga peningkatan kompetensi pekerja melalui pelatihan dan sosialisasi keselamatan kerja. Berbagai upaya tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan sesuai prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Perusahaan juga terus mendorong penerapan budaya safety first pada setiap tahapan operasional. Melalui pendekatan tersebut, setiap pekerja didorong berani menghentikan pekerjaan apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bahaya serta segera melaporkan potensi risiko agar dapat ditindaklanjuti.

Sebagai operator terminal peti kemas dan multipurpose di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung, PMT menilai budaya keselamatan menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga keandalan layanan kepelabuhanan. Selain mendukung kelancaran operasional, penerapan standar keselamatan yang konsisten juga berkontribusi meningkatkan kepercayaan pengguna jasa serta mendukung terciptanya rantai logistik yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

Melalui pelaksanaan Safety Stand Down di PMT Terminal 2 Kuala Tanjung, perusahaan berharap kesadaran terhadap keselamatan kerja semakin melekat dalam setiap aktivitas operasional sehingga target zero accident dapat terus dipertahankan, Pungkasnya.

(***)

Berita Terkait

Kakanim Eko Yudis Parlin Raja GukGuk Imigrasi Belawan raih dua penghargaan program Desa Binaan Imigrasi Belawan
Kuala Tanjung PT Prima Multi Terminal Anak Perusahaan Pelindo Terminal Petikemas Tinjau ROS Fasilitas Peralatan Infrastruktur Prosedur Kerja
Tuanku Muhammad Ucapkan Selamat kepada Sulthan Muhammad Yus atas Amanah Baru sebagai Jubir Pemerintah Kota Banda Aceh
Tuanku Muhammad Apresiasi MTQ ke 1 Gampong Lamgugob, Dusun Kayee Adang Timur Raih Juara Umum
Fakultas Ushuluddin UIN Ar-Raniry Gelar Kuliah Umum tentang Filsafat Islam
Bupati TRK Bertemu Menko Bahlil, Bahas Investasi, Hilirisasi dan Lapangan Kerja*
Senja di gunung Bau bau
Demonstrasi Tuntut Bencana Aceh Jadi Bencana Nasional Berakhir Ricuh, Sejumlah Massa Diamankan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:43 WIB

Jembatan Rusak Parah, Warga Pangur dan Uning Was-Was Melintas: Akses Tunggal Menuju RSUD Ali Kasim Terancam

Selasa, 3 November 2026 - 01:19 WIB

Wakil Ketua IPELMASRA Desak DPP PPP Copot Mohd. Rizki Ramadhan, Minta Dugaan Skandal Rumah Dinas Diusut

Selasa, 3 November 2026 - 01:05 WIB

Susi Air Kembali Beroperasi di Nagan Raya, Bupati TRK: Perkuat Konektivitas dan Buka Peluang Investasi

Senin, 2 November 2026 - 09:16 WIB

Bank Aceh Dorong Perluasan Ekosistem Pembayaran Digital, Merchant QRIS Tembus 25.748

Minggu, 1 November 2026 - 21:48 WIB

DPD KNPI Nagan Raya Gelar Maulid dan Santuni Anak Yatim

Minggu, 1 November 2026 - 19:34 WIB

Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien Sambut Kedatangan Presiden Prabowo

Minggu, 1 November 2026 - 14:15 WIB

57 Hektare Ladang Ganja di Nagan Raya Dimusnahkan,Ditresnarkoba Polda Aceh dan Brimob Batalyon C Pelopor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Jumat Keliling di Masjid Al-Hustha

Berita Terbaru