BRITANANEWSO.COM-Medan, 3 Juni 2026 PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara terus memperkuat langkah mitigasi risiko menghadapi cuaca ekstrem dengan melakukan penopingan atau pemangkasan pohon di sepanjang jalur kereta api. Upaya ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan operasional akibat meningkatnya curah hujan dan angin kencang yang berpotensi membahayakan perjalanan kereta api.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan bahwa hingga 3 Juni 2026, KAI telah melakukan penopingan di 330 titik rawan yang tersebar di berbagai wilayah operasional sepanjang tahun 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama. Karena itu, KAI secara rutin melakukan pemantauan dan penanganan terhadap vegetasi yang berpotensi mengganggu operasional seiring dengan meningkatnya curah hujan dan adanya angin kencang,” ujar Anwar.
Menurutnya, kegiatan penopingan dilakukan dengan memangkas dahan pohon yang menjulur ke arah rel guna mencegah risiko dahan patah atau pohon tumbang yang dapat menghalangi ruang bebas jalur kereta api. Selain itu, langkah tersebut juga bertujuan menjaga pandangan masinis tetap optimal selama perjalanan.
Kegiatan pemangkasan dilaksanakan oleh petugas prasarana KAI di berbagai lintas operasional dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja serta kelestarian lingkungan. Hingga saat ini, wilayah dengan realisasi penopingan tertinggi tercatat berada di Resor Teluk Dalam, Perlanaan, Siantar, dan Perbaungan, serta sejumlah kawasan lain yang memiliki vegetasi cukup rapat di sekitar jalur rel.
KAI Divre I Sumut juga kembali mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga ruang manfaat dan ruang pengawasan jalur kereta api sesuai ketentuan yang berlaku. Salah satunya sebagaimana diatur dalam Pasal 178 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
“Berdasarkan regulasi tersebut, setiap orang dilarang menanam jenis pohon tinggi di area ruang manfaat maupun ruang pengawasan jalur kereta api, karena hal itu dapat mengganggu pandangan bebas masinis dan membahayakan keselamatan perjalanan kereta api,” tegas Anwar.
Menghadapi kondisi cuaca yang dinamis, KAI Divre I Sumatera Utara memastikan akan terus melakukan pemantauan dan langkah-langkah antisipatif di sepanjang jalur operasional. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan kereta api bagi seluruh pelanggan.
Selain melakukan tindakan teknis di lapangan, KAI juga mengajak masyarakat yang tinggal di sekitar jalur rel untuk turut berperan aktif dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan tidak menanam pohon atau tanaman yang berpotensi membahayakan di area sterilisasi jalur.
“Selain fokus terhadap keselamatan operasional melalui tindakan teknis, KAI Divre I Sumatera Utara juga mengajak seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar jalur rel untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan tidak menanam tanaman yang berpotensi membahayakan di dekat area sterilisasi,” pungkas Anwar, Pungkasnya.
(***)












































