KUTACANE, ACEH TENGGARA — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Aceh Tenggara terus mendorong keterlibatan kaum laki-laki dalam menyukseskan program Keluarga Berencana (KB).
Dalam sosialisasi program KB, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kondisi 4T, yaitu terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak melahirkan, serta terlalu dekat jarak kehamilan dalam keluarga.
Kabid KB Dinas KB Aceh Tenggara menjelaskan, keterlibatan laki-laki dalam program KB dinilai penting karena perencanaan keluarga merupakan tanggung jawab bersama antara suami dan istri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Empat kondisi yang menjadi perhatian dalam program tersebut meliputi:
1. Terlalu muda, yaitu kehamilan pada usia yang masih terlalu muda.
2. Terlalu tua, yaitu kehamilan pada usia yang sudah memiliki risiko lebih tinggi.
3. Terlalu banyak, yakni jumlah kehamilan atau anak yang terlalu banyak sehingga perlu diperhatikan dari sisi kesehatan dan kemampuan keluarga.
4. Terlalu dekat, yaitu jarak kehamilan yang terlalu dekat sehingga dapat meningkatkan risiko bagi ibu dan anak.
Menurut pihak Dinas KB, pemahaman terhadap 4T diharapkan dapat meningkatkan kesadaran keluarga untuk merencanakan kehamilan dengan baik.
Program KB bukan hanya menjadi tanggung jawab perempuan. Laki-laki juga diharapkan ikut berperan dalam mengambil keputusan mengenai perencanaan keluarga, termasuk memahami pilihan kontrasepsi yang tersedia dan sesuai dengan kondisi pasangan.
Dinas KB Aceh Tenggara mengajak masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai program KB melalui petugas atau fasilitas pelayanan kesehatan agar keputusan yang diambil sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing keluarga.
Hartono Pinim












































