22/09/2026
BERITANEWS.COM-Medan, 22 September 2026 Angkutan peti kemas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Volume angkutan tercatat mencapai 21.567 twenty-foot equivalent units (TEUs) dengan total berat 231.431 ton, atau tumbuh sekitar 25 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 185.251 ton.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi sinyal positif terhadap meningkatnya kepercayaan pelaku usaha dan mitra angkutan dalam memanfaatkan kereta api sebagai bagian dari rantai pasok logistik.
“Pertumbuhan angkutan peti kemas ini menjadi sinyal positif terhadap kepercayaan para pengusaha dan mitra angkutan untuk menggunakan kereta api dalam memobilisasi hasil produksi maupun kebutuhan logistik usahanya,” ujar Anwar.
Menurutnya, layanan angkutan peti kemas menggunakan kereta api tidak hanya melayani pengiriman dari kawasan industri menuju pelabuhan, tetapi juga arus sebaliknya dari pelabuhan menuju kawasan industri, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.
“Angkutan peti kemas dengan kereta api tidak hanya bergerak dari kawasan industri menuju Pelabuhan Belawan maupun Kuala Tanjung, tetapi juga sebaliknya, dari pelabuhan menuju kawasan industri seperti KEK Sei Mangkei. Ini menunjukkan bahwa kereta api dapat menjadi bagian penting dalam rantai pasok logistik di Sumatera Utara,” katanya.
Tren pertumbuhan tersebut tercermin dari capaian bulanan, dengan volume angkutan tertinggi terjadi pada Juli 2026, yakni sebanyak 3.479 TEUs atau setara dengan 27.838 ton. Sementara itu, secara rata-rata sepanjang Januari hingga Agustus 2026, KAI Divre I Sumut mengangkut sekitar 2.696 TEUs peti kemas setiap bulan.
Anwar mengatakan potensi pertumbuhan angkutan peti kemas di Sumatera Utara masih cukup besar. Hal ini sejalan dengan potensi pasar angkutan peti kemas yang berada pada skala puluhan ribu TEUs per bulan berdasarkan data dari pengelola dry port di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung.
“Kereta api memiliki keunggulan dalam mengangkut barang dengan kapasitas besar dalam satu perjalanan. Selain itu, waktu perjalanan relatif lebih dapat diprediksi dan penggunaan moda kereta api juga berpotensi menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan moda angkutan tertentu lainnya,” tutur Anwar.
Ia menambahkan, KAI Divre I Sumatera Utara terus mendorong kolaborasi dengan mitra angkutan, pelaku industri, pengelola kawasan, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas integrasi jalur kereta api dalam rantai pasok logistik regional.
“KAI siap berkolaborasi dengan para mitra angkutan untuk mempermudah mobilisasi peti kemas dari kawasan industri menuju pelabuhan maupun sebaliknya. Kami ingin kereta api semakin terintegrasi dalam rantai pasok logistik, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia usaha sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara,” pungkas Anwar.
(***)












































