Britana.com|| BANDA ACEH – Komitmen memperkuat pendidikan dan pembinaan Al-Qur’an di Aceh kembali mendapat energi baru dengan resmi dikukuhkannya Pusat Studi Ilmu Al-Qur’an (PSIQ) Darul Hikmah dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di Aula Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN) Banda Aceh, Minggu (16/8/2026).

Momentum bersejarah tersebut tidak hanya menandai lahirnya sebuah lembaga pendidikan Al-Qur’an, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pembelajaran, pengkajian, dan pembinaan Al-Qur’an yang lebih terarah, modern, dan berkelanjutan di Aceh.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dilakukan pengukuhan Dewan Penasihat PSIQ Darul Hikmah serta peresmian Pondok Tahfiz Mahasiswa (PTM) yang diwakafkan untuk mendukung pengembangan pendidikan dan kajian Al-Qur’an bagi generasi muda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Asrama tahfiz tersebut merupakan wakaf dari keluarga Ustaz Ir. H. Faizal Adriansyah, M.Si, yang berlokasi di Jalan Tgk. Di Aceh, Lorong Bak Bugeng I, Banda Aceh. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pembinaan mahasiswa penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga dalam pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an.
Hadirkan Ulama Mesir
Pengukuhan PSIQ Darul Hikmah semakin istimewa dengan kehadiran ulama dan akademisi Al-Qur’an asal Mesir, Syaikh Ramadhan Ismail Asy-Syarqawi, yang menyampaikan orasi ilmiah di hadapan para peserta.
Kehadiran ulama internasional tersebut menjadi bagian dari upaya PSIQ Darul Hikmah untuk menghadirkan standar pembinaan Al-Qur’an yang lebih berkualitas dan berdaya saing global.
Selain memberikan orasi ilmiah, Syaikh Ramadhan Ismail Asy-Syarqawi juga dipercaya sebagai Supervisor dan Pengawas Al-Qur’an Darul Hikmah. Amanah tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas pembelajaran, program tahfiz, pengambilan sanad, hingga kajian ilmu-ilmu Al-Qur’an yang dikembangkan oleh PSIQ.
Dewan Penasihat Resmi Dikukuhkan
Dalam kesempatan yang sama, PSIQ Darul Hikmah juga mengukuhkan jajaran Dewan Penasihat yang akan memberikan arahan strategis dalam pengembangan lembaga.
Dewan Penasihat diketuai oleh Ustaz Ir. H. Faizal Adriansyah, M.Si, dengan anggota Ustaz Nourman Hidayat, S.H dan Ustaz Tuanku Muhammad, S.Pd.I., M.Ag.
Ketua Majelis Wali Amanah Darul Hikmah, Ustaz Faisal Ibn Sabi, M.E., CWC, menegaskan bahwa pendirian PSIQ merupakan bagian dari ikhtiar melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam terhadap ajaran Al-Qur’an.
«“PSIQ Darul Hikmah hadir sebagai ruang pembinaan bagi masyarakat agar Al-Qur’an tidak hanya dihafal, tetapi juga dipahami, dikaji, diamalkan, dan menjadi pedoman dalam membangun kehidupan. Kami ingin melahirkan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an sekaligus memiliki kapasitas intelektual dan mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.»
Menjadi Rumah Bersama Pecinta Al-Qur’an
Sementara itu, Direktur PSIQ Darul Hikmah, Ustaz Samsul Bahri, S.Pd., C.SQ., CWC, menyampaikan bahwa lembaga yang dipimpinnya akan dikembangkan menjadi pusat pembinaan Al-Qur’an yang terbuka bagi berbagai kalangan.
Menurutnya, PSIQ tidak hanya fokus pada program tahfiz, tetapi juga akan mengembangkan pendidikan berbasis sanad, kajian ilmu-ilmu Al-Qur’an, peningkatan kompetensi guru Al-Qur’an, serta pembinaan karakter.
«“Kami ingin PSIQ menjadi rumah bersama bagi mahasiswa, guru Al-Qur’an, imam masjid, dan masyarakat umum yang ingin bertumbuh bersama Al-Qur’an. Program yang kami bangun tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga standarisasi keilmuan melalui sanad, pengkajian ilmu Al-Qur’an, dan pembentukan karakter,” jelasnya.»
Pondok Tahfiz Mahasiswa, Investasi Wakaf untuk Generasi Qur’ani
Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah peresmian Pondok Tahfiz Mahasiswa (PTM) yang kini menjadi pusat pembinaan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Banda Aceh, seperti UIN Ar-Raniry, Universitas Syiah Kuala (USK), dan LIPIA.
Sebagai wakif, Ustaz Faizal Adriansyah mengungkapkan bahwa lokasi rumah wakaf tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat mendalam bagi keluarganya. Sebelum tsunami Aceh pada 26 Desember 2004, lokasi itu merupakan tempat tinggal keluarganya yang kemudian hancur diterjang bencana.
Ia menjelaskan bahwa tanah tersebut merupakan pemberian dari mertuanya, almarhumah Fatimah Hasan, sehingga pemanfaatannya untuk pendidikan Al-Qur’an diharapkan menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir.
«“Rumah ini menyimpan banyak kenangan bagi keluarga kami. Tanah ini juga merupakan hadiah dari mertua kami, almarhumah Fatimah Hasan. Semoga wakaf ini menjadi amal jariah yang terus mengalir pahalanya dan memberi manfaat bagi generasi-generasi Qur’ani di masa depan,” tuturnya.»
Tonggak Baru Pendidikan Al-Qur’an di Aceh
Peresmian PSIQ Darul Hikmah bukan sekadar seremoni kelembagaan, melainkan tonggak penting dalam penguatan pendidikan Al-Qur’an di Aceh. Dengan dukungan ulama, akademisi, para wakif, serta jaringan pendidikan yang luas, PSIQ diharapkan tumbuh menjadi pusat studi Al-Qur’an yang unggul dan berpengaruh.
Melalui integrasi program tahfiz, sanad, kajian ilmu-ilmu Al-Qur’an, pendidikan karakter, dan pengembangan kapasitas intelektual, PSIQ Darul Hikmah menargetkan lahirnya generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, berwawasan luas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan peradaban.*












































