Britananews.com | GAYO LUES – Skandal memalukan mencoreng wajah kesehatan Gayo Lues. Insiden tragis pasien dioperasi menggunakan cahaya senter ponsel di RSU Muhammad Ali Kasim secara telanjang membuktikan hancurnya sistem tata pelayanan kesehatan daerah ini.
Bukan hanya krisis listrik, rumah sakit ini juga dihantam masalah ketersediaan air bersih yang dibiarkan berlarut, pembatasan fasilitas medis, hingga sistem rujukan yang kerap kali membahayakan nyawa banyak pasien lemah.
Analis Kebijakan Publik, Syahputra Ariga, menegaskan insiden ini bukan sekadar persoalan sepele sesaat. Rentetan kelalaian fatal tersebut menjadi indikator mutlak perlunya evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tata kelola manajemen rumah sakit. (17/08/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bencana alam memang kerap kali bisa menjadi faktor penghambat. Namun, menjadikan sebuah bencana sebagai tameng pembenaran untuk menormalisasi buruknya layanan berkepanjangan adalah sebuah bentuk lepas tanggung jawab yang sangat amoral.
Bupati dan jajaran Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dituntut segera turun tangan. Mereka wajib memastikan ketersediaan kecukupan anggaran, kelengkapan fasilitas, perlindungan tenaga medis, serta pengawasan ketat sesuai dengan standar keselamatan operasional.
Manajemen RSU Muhammad Ali Kasim secara mutlak wajib memaparkan langkah perbaikan yang nyata, terukur, dan transparan. Publik sama sekali tidak membutuhkan alasan klarifikasi konyol ketika kasus ini viral di media.
Masyarakat sakit mendatangi rumah sakit bukan hanya sekadar mengunjungi gedung beton, melainkan sungguh menitipkan nyawa dan harapan. Tempat itu semestinya menjadi ruang keselamatan utuh, bukan justru memicu teror ketakutan baru.
Maka dari itu, ukuran keberhasilan utama bukanlah seberapa indah manajemen merangkai kata saat terdesak. Keberhasilan sejati adalah seberapa cepat seluruh kepincangan pelayanan tersebut diselesaikan agar tidak terus mencelakakan nyawa pasien.












































