Soal Dugaan Penganiayaan Warga, Kepala SMK Negeri 2 Kutacane Disebut Enggan Beri Klarifikasi kepada Awak Media

HARTONO PINIM

- Redaksi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:54 WIB

50452 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Heboh! Kepala SMK Negeri 2 Kutacane diduga terkait kasus penganiayaan, saat dikonfirmasi jawabannya bikin terkejut

KUTACANE, ACEH TENGGARA — BritanaNews, 12 Agustus 2026 — Upaya awak media meminta konfirmasi terkait dugaan penganiayaan terhadap seorang warga di kawasan Simpang Perapat, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, belum memperoleh penjelasan substantif dari pihak yang disebut dalam laporan.

Pihak yang dimintai klarifikasi adalah Kepala SMK Negeri 2 Kutacane bernama inisial “MW” (42 tahun) yang baru dilantik dan disebut memiliki keterkaitan dengan persoalan tersebut.

ADVERTISEMENT

Banner Web

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat dikonfirmasi mengenai dugaan peristiwa itu, yang bersangkutan disebut memberikan respons kepada awak media dengan mengatakan, “Kamu naikkan saja ke media, sekalian kita buktikan di media.”

Konfirmasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya media menerapkan prinsip keberimbangan dalam pemberitaan, sekaligus memberikan kesempatan kepada pihak yang disebut untuk menyampaikan klarifikasi, bantahan, maupun hak jawab.

Dugaan Peristiwa di Simpang Perapat

Persoalan yang dikonfirmasi berkaitan dengan dugaan penganiayaan terhadap seorang warga berinisial “A” (46). Kepada awak media, “A” mengaku peristiwa tersebut terjadi di kawasan Simpang Perapat, Kecamatan Babussalam.

Berdasarkan keterangan “A”, kejadian bermula ketika dirinya mengendarai mobil dari arah Cane Lama menuju ke kota Kutacane.

“A” mengaku saat melakukan putar arah di sekitar kawasan Amad Yani, kendaraannya diduga dibuntuti oleh seorang perempuan berinisial B (43). Menurut keterangannya, perempuan tersebut beberapa kali memberikan isyarat menggunakan lampu kendaraan.

“A” kemudian mengaku berusaha menghindari situasi tersebut dengan kembali memutar arah di depan Klinik Dokter Putra. Namun, menurut pengakuannya, kendaraan tersebut tetap mengikuti hingga kawasan Simpang Perapat, tepatnya jalur menuju Kantor PLN.

Sesampainya di lokasi, “A” mengaku seorang laki-laki berinisial “MW” (42) diduga menghadang kendaraannya.

Menurut keterangan “A”, laki-laki tersebut kemudian memukul bagian depan mobil dan mengeluarkan kata-kata kasar. “A” juga mengaku dirinya sempat mengalami dugaan pemukulan.

Dalam situasi tersebut, “MW” mengaku sempat melontarkan kalimat, “Kamu selingkuhi istri saya.”

Menurut “A”, ucapan tersebut kemudian memicu kemarahan pihak yang diduga terlibat. Ia mengaku mendapat ancaman, “Mati kau kali ini, saya buat kau,” sembari pihak tersebut diduga meraba bagian pinggang.

Merasa keselamatannya terancam, “A” mengaku memilih meninggalkan lokasi.

Kepala Sekolah Belum Memberikan Penjelasan Substantif

Awak media telah berupaya meminta klarifikasi kepada pihak yang disebut berkaitan dengan persoalan tersebut. Namun, hingga berita ini disusun, belum diperoleh penjelasan substantif mengenai kronologi kejadian maupun bantahan terhadap keterangan A.

BritanaNews menegaskan bahwa pemberitaan ini dibuat berdasarkan keterangan pihak yang mengaku sebagai korban dan hasil upaya konfirmasi kepada pihak yang disebut.

Redaksi tidak bermaksud menghakimi ataupun menyimpulkan bahwa dugaan penganiayaan tersebut telah terbukti. Penentuan ada atau tidaknya tindak pidana merupakan kewenangan aparat penegak hukum dan proses peradilan.

BritanaNews juga membuka ruang yang seluas-luasnya kepada Kepala SMK Negeri 2 Kutacane maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan untuk memberikan klarifikasi, bantahan, atau hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan prinsip jurnalistik yang berlaku. (Hartono Pinim)

Berita Terkait

Wakil Ketua IPELMASRA Desak DPP PPP Copot Mohd. Rizki Ramadhan, Minta Dugaan Skandal Rumah Dinas Diusut
Susi Air Kembali Beroperasi di Nagan Raya, Bupati TRK: Perkuat Konektivitas dan Buka Peluang Investasi
PT KIM NAGAN RAYA MERESAHKAN RAKYAT: Dua Bulan Dokumen Disetor, Tanah Warga Bumi Sari Belum Diselesaikan
Bank Aceh Dorong Perluasan Ekosistem Pembayaran Digital, Merchant QRIS Tembus 25.748
DPD KNPI Nagan Raya Gelar Maulid dan Santuni Anak Yatim
Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien Sambut Kedatangan Presiden Prabowo
57 Hektare Ladang Ganja di Nagan Raya Dimusnahkan,Ditresnarkoba Polda Aceh dan Brimob Batalyon C Pelopor
Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Jumat Keliling di Masjid Al-Hustha

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 01:19 WIB

Wakil Ketua IPELMASRA Desak DPP PPP Copot Mohd. Rizki Ramadhan, Minta Dugaan Skandal Rumah Dinas Diusut

Selasa, 3 November 2026 - 01:05 WIB

Susi Air Kembali Beroperasi di Nagan Raya, Bupati TRK: Perkuat Konektivitas dan Buka Peluang Investasi

Senin, 2 November 2026 - 13:53 WIB

PT KIM NAGAN RAYA MERESAHKAN RAKYAT: Dua Bulan Dokumen Disetor, Tanah Warga Bumi Sari Belum Diselesaikan

Minggu, 1 November 2026 - 21:48 WIB

DPD KNPI Nagan Raya Gelar Maulid dan Santuni Anak Yatim

Minggu, 1 November 2026 - 19:34 WIB

Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien Sambut Kedatangan Presiden Prabowo

Minggu, 1 November 2026 - 14:15 WIB

57 Hektare Ladang Ganja di Nagan Raya Dimusnahkan,Ditresnarkoba Polda Aceh dan Brimob Batalyon C Pelopor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Jumat Keliling di Masjid Al-Hustha

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Dana Desa Kuta Mbaru 2023–2025 di Agara Disorot, Anggaran Air Limbah Rp80 Juta Dan Pengajian Rp30 Juta Dipertanyakan

Berita Terbaru