Heboh! Kepala SMK Negeri 2 Kutacane diduga terkait kasus penganiayaan, saat dikonfirmasi jawabannya bikin terkejut
KUTACANE, ACEH TENGGARA — BritanaNews, 12 Agustus 2026 — Upaya awak media meminta konfirmasi terkait dugaan penganiayaan terhadap seorang warga di kawasan Simpang Perapat, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, belum memperoleh penjelasan substantif dari pihak yang disebut dalam laporan.
Pihak yang dimintai klarifikasi adalah Kepala SMK Negeri 2 Kutacane bernama inisial “MW” (42 tahun) yang baru dilantik dan disebut memiliki keterkaitan dengan persoalan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat dikonfirmasi mengenai dugaan peristiwa itu, yang bersangkutan disebut memberikan respons kepada awak media dengan mengatakan, “Kamu naikkan saja ke media, sekalian kita buktikan di media.”
Konfirmasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya media menerapkan prinsip keberimbangan dalam pemberitaan, sekaligus memberikan kesempatan kepada pihak yang disebut untuk menyampaikan klarifikasi, bantahan, maupun hak jawab.
Dugaan Peristiwa di Simpang Perapat
Persoalan yang dikonfirmasi berkaitan dengan dugaan penganiayaan terhadap seorang warga berinisial “A” (46). Kepada awak media, “A” mengaku peristiwa tersebut terjadi di kawasan Simpang Perapat, Kecamatan Babussalam.
Berdasarkan keterangan “A”, kejadian bermula ketika dirinya mengendarai mobil dari arah Cane Lama menuju ke kota Kutacane.
“A” mengaku saat melakukan putar arah di sekitar kawasan Amad Yani, kendaraannya diduga dibuntuti oleh seorang perempuan berinisial B (43). Menurut keterangannya, perempuan tersebut beberapa kali memberikan isyarat menggunakan lampu kendaraan.
“A” kemudian mengaku berusaha menghindari situasi tersebut dengan kembali memutar arah di depan Klinik Dokter Putra. Namun, menurut pengakuannya, kendaraan tersebut tetap mengikuti hingga kawasan Simpang Perapat, tepatnya jalur menuju Kantor PLN.
Sesampainya di lokasi, “A” mengaku seorang laki-laki berinisial “MW” (42) diduga menghadang kendaraannya.
Menurut keterangan “A”, laki-laki tersebut kemudian memukul bagian depan mobil dan mengeluarkan kata-kata kasar. “A” juga mengaku dirinya sempat mengalami dugaan pemukulan.
Dalam situasi tersebut, “MW” mengaku sempat melontarkan kalimat, “Kamu selingkuhi istri saya.”
Menurut “A”, ucapan tersebut kemudian memicu kemarahan pihak yang diduga terlibat. Ia mengaku mendapat ancaman, “Mati kau kali ini, saya buat kau,” sembari pihak tersebut diduga meraba bagian pinggang.
Merasa keselamatannya terancam, “A” mengaku memilih meninggalkan lokasi.
Kepala Sekolah Belum Memberikan Penjelasan Substantif
Awak media telah berupaya meminta klarifikasi kepada pihak yang disebut berkaitan dengan persoalan tersebut. Namun, hingga berita ini disusun, belum diperoleh penjelasan substantif mengenai kronologi kejadian maupun bantahan terhadap keterangan A.
BritanaNews menegaskan bahwa pemberitaan ini dibuat berdasarkan keterangan pihak yang mengaku sebagai korban dan hasil upaya konfirmasi kepada pihak yang disebut.
Redaksi tidak bermaksud menghakimi ataupun menyimpulkan bahwa dugaan penganiayaan tersebut telah terbukti. Penentuan ada atau tidaknya tindak pidana merupakan kewenangan aparat penegak hukum dan proses peradilan.
BritanaNews juga membuka ruang yang seluas-luasnya kepada Kepala SMK Negeri 2 Kutacane maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan untuk memberikan klarifikasi, bantahan, atau hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan prinsip jurnalistik yang berlaku. (Hartono Pinim)












































