Mualem Temui Mentan, Minta Dukungan Percepat Pemulihan Sawah dan Kebun Terdampak Bencana di Aceh

SAMSUL EDY S.HUT.,M.Kv

- Redaksi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:48 WIB

5028 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), berdiskusi dengan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, saat audiensi di Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026). Foto: (Humas Aceh).

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), berdiskusi dengan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, saat audiensi di Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026). Foto: (Humas Aceh).

Britana.com || Jakarta – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), meminta dukungan penuh pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian dan perkebunan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Aceh. Permintaan tersebut disampaikan saat audiensi dengan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, di kediaman Menteri di Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026).

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), berdiskusi dengan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, saat audiensi di Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026). Foto: (Humas Aceh).

“Kami membutuhkan dukungan Bapak Menteri untuk pemulihan lahan pertanian di Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi,” ujar Mualem.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan Gubernur Mualem juga menyampaikan apresiasi atas respons cepat Kementerian Pertanian dalam membantu penanganan dampak bencana di Aceh.

ADVERTISEMENT

Banner Web

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Mualem meminta seluruh jajaran Dinas Pertanian dan Perkebunan di kabupaten/kota memanfaatkan bantuan pemerintah secara maksimal agar proses pemulihan ekonomi petani dapat berlangsung lebih cepat.

Menurut Mualem, masyarakat Aceh sangat berharap dukungan Kementerian Pertanian terus berlanjut, terutama untuk memulihkan lahan sawah, kebun, serta perkebunan kopi Gayo yang mengalami kerusakan akibat banjir, erosi, dan longsor.

“Supaya masyarakat Aceh yang terdampak bencana bisa memanfaatkan lahan pertaniannya kembali, sehingga mereka bisa mengembangkan pertumbuhan perekonomiannya,” kata Mualem.

Berdasarkan laporan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia, kepada Gubernur Aceh, bencana hidrometeorologi telah berdampak pada sekitar 57.485 hektare lahan sawah. Dari jumlah tersebut, proses optimalisasi lahan telah berjalan pada 40.852 hektare.

Sementara itu, sektor perkebunan terdampak seluas 50.438 hektare, dengan proses pemulihan yang telah mencapai 10.418 hektare.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen Kementerian Pertanian untuk terus mengawal rehabilitasi sektor pertanian Aceh melalui berbagai program, mulai dari cetak sawah kembali, optimalisasi lahan, perbaikan jaringan irigasi, hingga penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) serta benih padi gratis bagi petani.

Tak hanya itu, Kementan juga akan mendukung rehabilitasi dan peremajaan tanaman kopi di dataran tinggi Aceh yang rusak akibat erosi dan longsor. Bantuan tersebut meliputi penyediaan bibit unggul, pupuk, serta pendampingan teknis guna mengembalikan produktivitas salah satu komoditas ekspor andalan Aceh.

Amran juga memastikan tim teknis Kementerian Pertanian akan diterjunkan secara langsung ke wilayah terdampak untuk memantau proses rekonstruksi lahan secara bertahap. Sebelumnya, Menteri Pertanian juga telah meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak bencana di Aceh.

Dalam audiensi tersebut, Gubernur Aceh didampingi Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Jamaluddin, Staf Khusus Gubernur Aceh T. Irsyadi, serta Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh Said Marzuki, S.IP., M.Si.(*)

Berita Terkait

Wakil Ketua IPELMASRA Desak DPP PPP Copot Mohd. Rizki Ramadhan, Minta Dugaan Skandal Rumah Dinas Diusut
Susi Air Kembali Beroperasi di Nagan Raya, Bupati TRK: Perkuat Konektivitas dan Buka Peluang Investasi
PT KIM NAGAN RAYA MERESAHKAN RAKYAT: Dua Bulan Dokumen Disetor, Tanah Warga Bumi Sari Belum Diselesaikan
Bank Aceh Dorong Perluasan Ekosistem Pembayaran Digital, Merchant QRIS Tembus 25.748
DPD KNPI Nagan Raya Gelar Maulid dan Santuni Anak Yatim
Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien Sambut Kedatangan Presiden Prabowo
57 Hektare Ladang Ganja di Nagan Raya Dimusnahkan,Ditresnarkoba Polda Aceh dan Brimob Batalyon C Pelopor
Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Jumat Keliling di Masjid Al-Hustha

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 01:19 WIB

Wakil Ketua IPELMASRA Desak DPP PPP Copot Mohd. Rizki Ramadhan, Minta Dugaan Skandal Rumah Dinas Diusut

Selasa, 3 November 2026 - 01:05 WIB

Susi Air Kembali Beroperasi di Nagan Raya, Bupati TRK: Perkuat Konektivitas dan Buka Peluang Investasi

Senin, 2 November 2026 - 13:53 WIB

PT KIM NAGAN RAYA MERESAHKAN RAKYAT: Dua Bulan Dokumen Disetor, Tanah Warga Bumi Sari Belum Diselesaikan

Minggu, 1 November 2026 - 21:48 WIB

DPD KNPI Nagan Raya Gelar Maulid dan Santuni Anak Yatim

Minggu, 1 November 2026 - 19:34 WIB

Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien Sambut Kedatangan Presiden Prabowo

Minggu, 1 November 2026 - 14:15 WIB

57 Hektare Ladang Ganja di Nagan Raya Dimusnahkan,Ditresnarkoba Polda Aceh dan Brimob Batalyon C Pelopor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Jumat Keliling di Masjid Al-Hustha

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Dana Desa Kuta Mbaru 2023–2025 di Agara Disorot, Anggaran Air Limbah Rp80 Juta Dan Pengajian Rp30 Juta Dipertanyakan

Berita Terbaru