Fenomena Asusila dan Judi Online Ancam Masa Depan Generasi Aceh, Tuanku Muhammad: Benteng Pertama Ada pada Keluarga dan Pendidikan Akhlak

SAMSUL EDY S.HUT.,M.Kv

- Redaksi

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:32 WIB

5023 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fenomena Asusila dan Judi Online Ancam Masa Depan Generasi Aceh, Tuanku Muhammad: Benteng Pertama Ada pada Keluarga dan Pendidikan Akhlak

Fenomena Asusila dan Judi Online Ancam Masa Depan Generasi Aceh, Tuanku Muhammad: Benteng Pertama Ada pada Keluarga dan Pendidikan Akhlak

Britana.com || Banda Aceh – Fenomena asusila dan maraknya judi online dinilai bukan lagi sekadar persoalan pelanggaran hukum, melainkan telah berkembang menjadi ancaman serius terhadap ketahanan moral generasi muda. Kondisi ini menuntut keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, lembaga pendidikan, ulama, hingga pemerintah.

Fenomena Asusila dan Judi Online Ancam Masa Depan Generasi Aceh, Tuanku Muhammad: Benteng Pertama Ada pada Keluarga dan Pendidikan Akhlak

Pandangan tersebut disampaikan Tuanku Muhammad, S.Pd.I., M.Ag, Ketua Himpunan Dai Muda Indonesia (HDMI) Provinsi Aceh sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, dalam Kajian Aktual TASTAFI yang mengangkat tema “Menjaga Moral Generasi Aceh di Tengah Gelombang Budaya Digital”.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh TASTAFI Banda Aceh, DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, dan DPW Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Aceh tersebut berlangsung di Hotel Hermes Palace Banda Aceh pada Senin malam, 28 Juli 2026, ba’da Isya.

ADVERTISEMENT

Banner Web

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pemaparannya, Tuanku Muhammad menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital menghadirkan manfaat besar, namun pada saat yang sama membuka ruang yang semakin luas bagi penyebaran konten asusila serta praktik judi online yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan remaja.

Menurutnya, ancaman terbesar bukan semata-mata pada kemajuan teknologinya, tetapi pada melemahnya pengawasan, pendidikan karakter, dan kontrol sosial di tengah keluarga serta lingkungan.

“Judi online dan perilaku asusila tidak hadir begitu saja. Ia tumbuh ketika ruang-ruang pendidikan akhlak mulai kosong, sementara ruang digital dipenuhi konten yang merusak nilai-nilai moral,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa upaya penanggulangan tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan hukum dan penindakan aparat. Pencegahan harus dimulai dari penguatan ketahanan keluarga, optimalisasi pendidikan agama, serta pembinaan generasi muda melalui masjid, dayah, dan lembaga pendidikan.

Lebih lanjut, Tuanku Muhammad mengajak masyarakat Aceh agar tidak memandang persoalan moral hanya sebagai kesalahan individu, melainkan sebagai tanggung jawab bersama untuk menjaga kualitas generasi yang akan memimpin daerah di masa depan.

Kajian berlangsung interaktif dan dihadiri berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Hadir pula Ketua Umum DPP ISAD Aceh, Tgk. Mustafa Husen Woyla, yang memberikan dukungan terhadap terselenggaranya forum ilmiah-keagamaan tersebut sebagai ruang edukasi publik dalam menjawab berbagai persoalan aktual masyarakat.

Koordinator kegiatan, Tgk. Alwy Akbar Al Khalidi, SH., MH., menyampaikan bahwa Kajian Aktual TASTAFI diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara ulama, akademisi, dan pemangku kebijakan dalam memberikan solusi terhadap tantangan sosial yang dihadapi masyarakat Aceh.

Melalui forum seperti ini, diharapkan lahir kesadaran kolektif bahwa menjaga moral generasi bukan hanya tugas keluarga atau lembaga pendidikan, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Sebab, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan teknologi, tetapi juga dari kualitas akhlak generasi yang akan menentukan arah masa depannya.

Berita Terkait

Kakanim Eko Yudis Parlin Raja GukGuk Imigrasi Belawan raih dua penghargaan program Desa Binaan Imigrasi Belawan
Kuala Tanjung PT Prima Multi Terminal Anak Perusahaan Pelindo Terminal Petikemas Tinjau ROS Fasilitas Peralatan Infrastruktur Prosedur Kerja
Tuanku Muhammad Ucapkan Selamat kepada Sulthan Muhammad Yus atas Amanah Baru sebagai Jubir Pemerintah Kota Banda Aceh
Tuanku Muhammad Apresiasi MTQ ke 1 Gampong Lamgugob, Dusun Kayee Adang Timur Raih Juara Umum
Fakultas Ushuluddin UIN Ar-Raniry Gelar Kuliah Umum tentang Filsafat Islam
Bupati TRK Bertemu Menko Bahlil, Bahas Investasi, Hilirisasi dan Lapangan Kerja*
Senja di gunung Bau bau
Demonstrasi Tuntut Bencana Aceh Jadi Bencana Nasional Berakhir Ricuh, Sejumlah Massa Diamankan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 01:19 WIB

Wakil Ketua IPELMASRA Desak DPP PPP Copot Mohd. Rizki Ramadhan, Minta Dugaan Skandal Rumah Dinas Diusut

Selasa, 3 November 2026 - 01:05 WIB

Susi Air Kembali Beroperasi di Nagan Raya, Bupati TRK: Perkuat Konektivitas dan Buka Peluang Investasi

Senin, 2 November 2026 - 13:53 WIB

PT KIM NAGAN RAYA MERESAHKAN RAKYAT: Dua Bulan Dokumen Disetor, Tanah Warga Bumi Sari Belum Diselesaikan

Minggu, 1 November 2026 - 21:48 WIB

DPD KNPI Nagan Raya Gelar Maulid dan Santuni Anak Yatim

Minggu, 1 November 2026 - 19:34 WIB

Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien Sambut Kedatangan Presiden Prabowo

Minggu, 1 November 2026 - 14:15 WIB

57 Hektare Ladang Ganja di Nagan Raya Dimusnahkan,Ditresnarkoba Polda Aceh dan Brimob Batalyon C Pelopor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Jumat Keliling di Masjid Al-Hustha

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Dana Desa Kuta Mbaru 2023–2025 di Agara Disorot, Anggaran Air Limbah Rp80 Juta Dan Pengajian Rp30 Juta Dipertanyakan

Berita Terbaru