Cucu Sultan Aceh Apresiasi Langkah Pemerintah Pugar Kompleks Makam Putri Sultan Alaidin Al Kahhar Yang Telah Diteliti Peneliti Internasional.

SAMSUL EDY S.HUT.,M.Kv

- Redaksi

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:31 WIB

5033 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cucu Sultan Aceh Apresiasi Langkah Pemerintah Pugar Kompleks Makam Putri Sultan Alaidin Al Kahhar Yang Telah Diteliti Peneliti Internasional.

Cucu Sultan Aceh Apresiasi Langkah Pemerintah Pugar Kompleks Makam Putri Sultan Alaidin Al Kahhar Yang Telah Diteliti Peneliti Internasional.

Britana.com || Cucu Sultan Aceh yang juga Pemimpin Darud Donya Cut Putri mengapresiasi langkah pemerintah, yang telah memugar situs makam Putri Sultan Alaidin Al Kahhar Bin Sultan Ali Mughayat Syah di Gampong Pande Banda Aceh.

Cucu Sultan Aceh Apresiasi Langkah Pemerintah Pugar Kompleks Makam Putri Sultan Alaidin Al Kahhar Yang Telah Diteliti Peneliti Internasional.

Kompleks makam ini adalah situs makam penting dunia, yang bahkan di cari-cari oleh peneliti luar negeri.

Makam ini ditemukan oleh De Vink pada masa Belanda sekitar tahun 1912 M di Blang Tutong Pande, Inkripsi tulisan di nisannya juga telah diteliti oleh peneliti Perancis Ludvik Kallus dan Claude Guillot, hasil penelitian ini kemudian dimuat dalam Majalah Internasional Archipel, dengan nama Putri Siti Ubi Syah Bin Sultan Alaidin Bin Sultan Ali Mughayat Syah.

ADVERTISEMENT

Banner Web

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sultan Alaidin Al Kahhar adalah Sultan Aceh terkenal yang memerintah Aceh pada 1539-1571 M. Sultan ini terkenal menjalin hubungan dengan kerajaan Turki Utsmani untuk melawan Portugis di Malaka. Sultan Alaidin juga merupakan pemimpin yang tegas dalam menegakkan syariat Islam di Aceh, yang juga menyatukan banyak kerajaan di Pulau Sumatera untuk melawan Imperialisme asing. Sultan Alaidin Riayat Syah Al Kahhar termahsyur namanya sampai benua Eropa.

Dalam Kitab Bustanussalatin karya Syeikh Nuruddin Ar Raniry, dan juga Hikayat Aceh yang diakui UNESCO, telah disebutkan beberapa anak Sultan Alaidin Al Kahhar.

Cucu Sultan Aceh Apresiasi Langkah Pemerintah Pugar Kompleks Makam Putri Sultan Alaidin Al Kahhar Yang Telah Diteliti Peneliti Internasional.

Temuan makam Putri Siti Ubi Syah anak Sultan Alaiddin Al Kahhar ini menambah daftar tokoh wanita di Aceh, yang merupakan tokoh pahlawan perempuan kebanggaan Aceh.

Putri Siti Ubi Syah Binti Sultan Alaidin Al Kahhar (1539-1572) Bin Sultan Ali Mughayat Syah (1507-1530 M) menjaga salah satu benteng terkuat Kuta Bak Bi di Kuala Aceh, selain Laksamana Malahayati Binti Laksamana Mahmud Bin Sultan Salahuddin (1530-1539 M) Bin Sultan Ali Mughayat Syah (1507-1530 M) yang terkenal sebagai wanita penjaga benteng terdepan Aceh.

“Ini menunjukkan bahwa Aceh sejak dulu telah mencetak para perempuan tangguh, yang berperan langsung di garda terdepan dalam sejarah”, tegas Cut Putri.

Kompleks makam Putri Siti Ubi Syah juga berisi beberapa makam para tokoh besar dan Ulama Kesultanan Aceh.

Pada nisan makam Siti Ubi Syah tertulis kalimat Indah: “Ad Dunya Sa’ah Faj’alaha Ta’ah”, artinya “Dunia hanya sesaat jadikanlah ia ketaatan”.

Perlu penelitian lebih lanjut tentang sejarah Putri Siti Ubi Syah, yang telah diteliti peneliti Internasional, untuk mengungkapkan lebih luas lagi tentang sejarah Aceh.

Dalam penelitian pihak Perancis banyak sekali nisan yang ada dikawasan Gampong Sultan. Gampong Sultan merupakan kawasan yang berada langsung dibawah pemerintahan Sultan Aceh. Adapun Gampong Sultan meliputi Gampong Pande, Gampong Jawa, Gampong Keudah, Gampong Merduati, serta Gampong Peulanggahan dan Kandang. Di kawasan ini banyak dimakamkan para raja dan keluarga Raja Aceh.

“Sebagaimana laporan penjelajah asing, kawasan Hazrat Marhumah Yang Mulia Putri Siti Ubi Syah Binti Sultan Alaidin Riayat Syah Al Kahhar, yang membina hubungan dengan Turki Utsmani adalah terletak di Gampong Pande”, tutur Cut Putri.

Kawasan Gampong Pande terkenal sebagai kawasan ribuan batu nisan, dan dikenal sebagai kawasan bersejarah penting, sebagai Titik Nol awal mula Sultan Johan Syah mendirikan Kesultanan Aceh di Gampong Pande tahun 1205 M.

Namun banyak sekali situs makam bernisan Aceh yang ada di tambak kawasan Gampong Pande belum dipugar dengan baik, dan terancam musnah.

Maka Cucu Sultan Aceh meminta pemerintah segera memugar semua situs makam di Gampong Pande sebagai perlindungan situs sejarah Aceh, karena situs makam di Gampong Pande cukup banyak, yang sangat berguna sebagai kawasan penelitian dunia.

Dengan adanya perlindungan situs sejarah secara menyeluruh di Gampong Sultan, maka Situs Sejarah yang terancam dapat terlindungi dan terjaga, sebagai bukti kebesaran Aceh di dunia.

“Ini juga sebagai penghormatan bagi indatu pahlawan yang telah berjuang untuk Aceh, walau tanpa tanda jasa, sebagai warisan untuk generasi Aceh yang akan datang”, tutup Cut Putri.

Berita Terkait

Wakil Ketua IPELMASRA Desak DPP PPP Copot Mohd. Rizki Ramadhan, Minta Dugaan Skandal Rumah Dinas Diusut
Susi Air Kembali Beroperasi di Nagan Raya, Bupati TRK: Perkuat Konektivitas dan Buka Peluang Investasi
PT KIM NAGAN RAYA MERESAHKAN RAKYAT: Dua Bulan Dokumen Disetor, Tanah Warga Bumi Sari Belum Diselesaikan
Bank Aceh Dorong Perluasan Ekosistem Pembayaran Digital, Merchant QRIS Tembus 25.748
DPD KNPI Nagan Raya Gelar Maulid dan Santuni Anak Yatim
Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien Sambut Kedatangan Presiden Prabowo
57 Hektare Ladang Ganja di Nagan Raya Dimusnahkan,Ditresnarkoba Polda Aceh dan Brimob Batalyon C Pelopor
Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Jumat Keliling di Masjid Al-Hustha

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 01:19 WIB

Wakil Ketua IPELMASRA Desak DPP PPP Copot Mohd. Rizki Ramadhan, Minta Dugaan Skandal Rumah Dinas Diusut

Selasa, 3 November 2026 - 01:05 WIB

Susi Air Kembali Beroperasi di Nagan Raya, Bupati TRK: Perkuat Konektivitas dan Buka Peluang Investasi

Senin, 2 November 2026 - 13:53 WIB

PT KIM NAGAN RAYA MERESAHKAN RAKYAT: Dua Bulan Dokumen Disetor, Tanah Warga Bumi Sari Belum Diselesaikan

Minggu, 1 November 2026 - 21:48 WIB

DPD KNPI Nagan Raya Gelar Maulid dan Santuni Anak Yatim

Minggu, 1 November 2026 - 19:34 WIB

Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien Sambut Kedatangan Presiden Prabowo

Minggu, 1 November 2026 - 14:15 WIB

57 Hektare Ladang Ganja di Nagan Raya Dimusnahkan,Ditresnarkoba Polda Aceh dan Brimob Batalyon C Pelopor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Jumat Keliling di Masjid Al-Hustha

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Dana Desa Kuta Mbaru 2023–2025 di Agara Disorot, Anggaran Air Limbah Rp80 Juta Dan Pengajian Rp30 Juta Dipertanyakan

Berita Terbaru