Ihya Ulumuddin Desak Percepatan Pembangunan RS Regional untuk Kurangi Lonjakan Pasien di RSUDZA

SAMSUL EDY S.HUT.,M.Kv

- Redaksi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 02:21 WIB

5025 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ihya Ulumuddin Desak Percepatan Pembangunan RS Regional untuk Kurangi Lonjakan Pasien di RSUDZA

Ihya Ulumuddin Desak Percepatan Pembangunan RS Regional untuk Kurangi Lonjakan Pasien di RSUDZA

Britana.com ||  Anggota DPR Aceh, Ihya Ulumuddin, mendesak Dinas Kesehatan Aceh agar mempercepat pembangunan rumah sakit regional, khususnya rumah sakit regional yang sedang dibangun di Kabupaten Aceh Barat.

Menurut Ihya, percepatan operasional rumah sakit regional sangat penting guna mengurangi lonjakan pasien di RSUD Zainoel Abidin yang selama ini menjadi pusat rujukan utama di Aceh.

Ihya Ulumuddin Desak Percepatan Pembangunan RS Regional untuk Kurangi Lonjakan Pasien di RSUDZA

Pernyataan tersebut disampaikan Ihya dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) Kesehatan DPR Aceh bersama sejumlah SKPA dan pimpinan rumah sakit di Aceh. Rapat itu turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Direktur RSUD Zainoel Abidin, Direktur Rumah Sakit Jiwa Aceh, serta Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak Aceh.

ADVERTISEMENT

Banner Web

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sudah beberapa kali melakukan kunjungan Pansus ke rumah sakit regional di Aceh Barat. Dari penjelasan yang kami terima, seharusnya tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa dioperasikan. Karena itu kami mendesak agar pembangunan dipercepat sehingga lonjakan pasien di RSUDZA bisa ditangani di rumah sakit regional,” kata Ihya.

Politisi PKS tersebut menegaskan bahwa percepatan pembangunan tidak hanya difokuskan pada RS regional di Aceh Barat, tetapi juga rumah sakit regional lainnya di berbagai daerah di Aceh agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang maksimal.

“Kesehatan adalah hak dasar warga negara. Karena itu orientasi pelayanan kesehatan harus benar-benar menitikberatkan pada pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ihya juga menyoroti berbagai keterbatasan fasilitas kesehatan di Aceh, baik di RSUDZA, Rumah Sakit Jiwa Aceh, maupun Rumah Sakit Ibu dan Anak. Namun demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan tersebut tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat.

“Pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama. Semua SKPA harus mengacu pada target pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJM,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan rumah sakit regional di sejumlah daerah merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengantisipasi membludaknya pasien di RSUDZA Banda Aceh.

Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 10 Aceh, Ihya mencontohkan kondisi masyarakat di Kabupaten Simeulue yang harus menempuh perjalanan jauh ke Banda Aceh demi mendapatkan layanan kesehatan rujukan.

“Masyarakat Simeulue harus naik kapal dan mencari penginapan di Banda Aceh ketika dirujuk ke RSUDZA. Jika pelayanan kesehatan belum optimal, tentu ini menjadi beban moral bagi kami sebagai wakil rakyat dari daerah tersebut. Karena itu keberadaan rumah sakit regional yang representatif sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Ihya juga menyoroti masih adanya pasien rujukan yang disebut mengalami penolakan pelayanan, termasuk pasien kanker payudara. Ia meminta penjelasan dari pihak RSUDZA terkait persoalan tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Berita Terkait

Lebih dari 4.000 Warga Daftar NasDem Aceh Fun Walk, Gratis dan Siapkan Hadiah Rp105 Juta
Dari Peusijuk hingga Three-Finger Salute, SIMBES 2026 Teguhkan Solidaritas Mahasiswa Ekonomi Syariah
Jembatan Rusak Parah, Warga Pangur dan Uning Was-Was Melintas: Akses Tunggal Menuju RSUD Ali Kasim Terancam
Wakil Ketua IPELMASRA Desak DPP PPP Copot Mohd. Rizki Ramadhan, Minta Dugaan Skandal Rumah Dinas Diusut
Susi Air Kembali Beroperasi di Nagan Raya, Bupati TRK: Perkuat Konektivitas dan Buka Peluang Investasi
PT KIM NAGAN RAYA MERESAHKAN RAKYAT: Dua Bulan Dokumen Disetor, Tanah Warga Bumi Sari Belum Diselesaikan
Bank Aceh Dorong Perluasan Ekosistem Pembayaran Digital, Merchant QRIS Tembus 25.748
DPD KNPI Nagan Raya Gelar Maulid dan Santuni Anak Yatim

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:45 WIB

Lebih dari 4.000 Warga Daftar NasDem Aceh Fun Walk, Gratis dan Siapkan Hadiah Rp105 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 22:15 WIB

Dari Peusijuk hingga Three-Finger Salute, SIMBES 2026 Teguhkan Solidaritas Mahasiswa Ekonomi Syariah

Selasa, 3 November 2026 - 08:43 WIB

Jembatan Rusak Parah, Warga Pangur dan Uning Was-Was Melintas: Akses Tunggal Menuju RSUD Ali Kasim Terancam

Selasa, 3 November 2026 - 01:19 WIB

Wakil Ketua IPELMASRA Desak DPP PPP Copot Mohd. Rizki Ramadhan, Minta Dugaan Skandal Rumah Dinas Diusut

Senin, 2 November 2026 - 13:53 WIB

PT KIM NAGAN RAYA MERESAHKAN RAKYAT: Dua Bulan Dokumen Disetor, Tanah Warga Bumi Sari Belum Diselesaikan

Senin, 2 November 2026 - 09:16 WIB

Bank Aceh Dorong Perluasan Ekosistem Pembayaran Digital, Merchant QRIS Tembus 25.748

Minggu, 1 November 2026 - 21:48 WIB

DPD KNPI Nagan Raya Gelar Maulid dan Santuni Anak Yatim

Minggu, 1 November 2026 - 19:34 WIB

Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien Sambut Kedatangan Presiden Prabowo

Berita Terbaru