PKS Aceh Gelar FGD, Dorong Kemandirian Pangan, Ekonomi, dan Energi

SAMSUL EDY S.HUT.,M.Kv

- Redaksi

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:42 WIB

5036 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PKS Aceh Gelar FGD, Dorong Kemandirian Pangan, Ekonomi, dan Energi

PKS Aceh Gelar FGD, Dorong Kemandirian Pangan, Ekonomi, dan Energi

Britana.com || DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian daerah dengan menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertema “Bersama Rakyat Menguatkan Ketahanan Aceh”, Sabtu (2/5/2026).

PKS Aceh Gelar FGD, Dorong Kemandirian Pangan, Ekonomi, dan Energi

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Milad PKS ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi. Kegiatan dihadiri oleh Anggota DPR RI asal Aceh, Muhammad Nasir Djamil, anggota DPR Aceh, DPRK Banda Aceh Fraksi PKS, DPRK Aceh Besar Fraksi PKS, serta jajaran pengurus DPW PKS Aceh.

Ketua DPW PKS Aceh, Ismunandar, ST, dalam sambutannya menegaskan bahwa Aceh memiliki potensi besar untuk mewujudkan ketahanan pangan, ekonomi, dan energi. Namun, menurutnya, hingga saat ini belum terlihat hasil signifikan meskipun silih berganti kepemimpinan.

ADVERTISEMENT

Banner Web

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mencontohkan kondisi saat terjadi banjir di akhir tahun lalu, di mana pasokan telur sempat langka dan harga melonjak tinggi. Hal ini, kata Ismunandar, menunjukkan ketergantungan Aceh terhadap pasokan dari luar daerah sangat tinggi.

“Padahal lahan pertanian kita sangat luas, kurang lebih mencapai 200 ribu hektar, begitu juga untuk lahan peternakan kita punya potensi besar, akan tetapi kebutuhan seperti telur, ayam, hingga sayur masih banyak didatangkan dari luar Aceh,” ujarnya.

Sebagai solusi, PKS Aceh mendorong penguatan ketahanan pangan berbasis rumah tangga, seperti pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya sayur dan pengembangan ayam petelur. Langkah ini dinilai dapat menjadi salah satu upaya konkret dalam mengurangi ketergantungan terhadap daerah lain.

Dalam diskusi tersebut, Dr. Ir. Syaifullah Muhammad, ST, M.Eng, dosen Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala sekaligus Ketua Atsiri Research Center (ARC), menyoroti besarnya potensi komoditas unggulan Aceh seperti nilam, serai wangi, dan pala.

“Aceh memiliki nilam terbaik di dunia. Jika dikelola dengan baik dan serius komoditas ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan kita dari kampus siap untuk mendampinginya,” jelasnya.

Sementara itu, narasumber lainnya dari Fakultas Pertanian USK, Ir. Hendra Koesmara, S.Pt., M.Sc., IPM, mengungkapkan bahwa kebutuhan telur di Aceh mencapai sekitar 1,4 juta butir per hari, sementara produksi lokal baru sekitar 100 ribu butir. Kekurangan tersebut masih harus dipenuhi dari luar daerah.

Hal serupa juga terjadi pada kebutuhan daging sapi yang mencapai 26 ton per hari, yang sebagian besar juga didatangkan dari provinsi lain.

Untuk mengatasi hal tersebut, Hendra mendorong pengembangan sentra peternakan ayam, penguatan ketersediaan pakan, peningkatan populasi sapi, serta penerapan sistem integrasi sapi dengan sektor perkebunan.

Di sektor energi, praktisi energi terbarukan Zainal Bakri, S.Hut, memaparkan potensi besar Aceh dalam mengembangkan energi ramah lingkungan. Ia menawarkan konsep bisnis berbasis energi terbarukan yang dinilai dapat menjadi solusi jangka panjang bagi ketahanan energi daerah.

Pada sesi diskusi, Anggota DPR RI Muhammad Nasir Djamil mendorong para legislator PKS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk mengevaluasi tata ruang wilayah. Menurutnya, tata ruang yang tepat menjadi kunci dalam membangun ekosistem yang mendukung ketahanan pangan dan energi di Aceh.

“Perlu kita pastikan apakah tata ruang yang ada saat ini sudah kondusif untuk mendukung ketahanan pangan dan energi. Ini menjadi tanggung jawab bersama, khususnya para anggota dewan,” tegasnya.

Berita Terkait

Jembatan Rusak Parah, Warga Pangur dan Uning Was-Was Melintas: Akses Tunggal Menuju RSUD Ali Kasim Terancam
Wakil Ketua IPELMASRA Desak DPP PPP Copot Mohd. Rizki Ramadhan, Minta Dugaan Skandal Rumah Dinas Diusut
Susi Air Kembali Beroperasi di Nagan Raya, Bupati TRK: Perkuat Konektivitas dan Buka Peluang Investasi
PT KIM NAGAN RAYA MERESAHKAN RAKYAT: Dua Bulan Dokumen Disetor, Tanah Warga Bumi Sari Belum Diselesaikan
Bank Aceh Dorong Perluasan Ekosistem Pembayaran Digital, Merchant QRIS Tembus 25.748
DPD KNPI Nagan Raya Gelar Maulid dan Santuni Anak Yatim
Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien Sambut Kedatangan Presiden Prabowo
57 Hektare Ladang Ganja di Nagan Raya Dimusnahkan,Ditresnarkoba Polda Aceh dan Brimob Batalyon C Pelopor

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:43 WIB

Jembatan Rusak Parah, Warga Pangur dan Uning Was-Was Melintas: Akses Tunggal Menuju RSUD Ali Kasim Terancam

Selasa, 3 November 2026 - 01:19 WIB

Wakil Ketua IPELMASRA Desak DPP PPP Copot Mohd. Rizki Ramadhan, Minta Dugaan Skandal Rumah Dinas Diusut

Selasa, 3 November 2026 - 01:05 WIB

Susi Air Kembali Beroperasi di Nagan Raya, Bupati TRK: Perkuat Konektivitas dan Buka Peluang Investasi

Senin, 2 November 2026 - 09:16 WIB

Bank Aceh Dorong Perluasan Ekosistem Pembayaran Digital, Merchant QRIS Tembus 25.748

Minggu, 1 November 2026 - 21:48 WIB

DPD KNPI Nagan Raya Gelar Maulid dan Santuni Anak Yatim

Minggu, 1 November 2026 - 19:34 WIB

Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien Sambut Kedatangan Presiden Prabowo

Minggu, 1 November 2026 - 14:15 WIB

57 Hektare Ladang Ganja di Nagan Raya Dimusnahkan,Ditresnarkoba Polda Aceh dan Brimob Batalyon C Pelopor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Jumat Keliling di Masjid Al-Hustha

Berita Terbaru