Britana.com||Banda Aceh – Tuanku Muhammad menyampaikan keprihatinannya terhadap tantangan yang dihadapi oleh pemuda di Kota Banda Aceh dalam memperoleh lapangan kerja yang layak dan berkelanjutan. Dalam pernyataannya, beliau menekankan bahwa isu pengangguran di kalangan pemuda bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga berkaitan erat dengan stabilitas sosial dan masa depan daerah.

Menurut Tuanku Muhammad, pemuda merupakan aset utama pembangunan daerah yang harus diberdayakan secara optimal. Namun, terbatasnya kesempatan kerja, ketidaksesuaian antara keterampilan dengan kebutuhan industri, serta kurangnya akses terhadap pelatihan vokasi menjadi hambatan utama yang perlu segera diatasi.
Beliau mendorong adanya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah kota Banda Aceh, dunia usaha, dan lembaga pendidikan untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif. Program pelatihan berbasis kebutuhan pasar, penguatan kewirausahaan, serta dukungan terhadap sektor ekonomi kreatif dinilai sebagai langkah strategis dalam membuka peluang kerja baru bagi pemuda. Salah satunya mengadakan event Job Fair yang bisa mempertemukan para pelaku usaha dengan calon pekerjanya.
Selain itu, Tuanku Muhammad juga menekankan pentingnya peran pemuda untuk terus meningkatkan kapasitas diri, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan tidak hanya bergantung pada sektor formal. Ia mengajak generasi muda untuk berani berinovasi dan memanfaatkan peluang di era digital serta menciptakan lapangan kerja sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemuda harus menjadi pelaku utama perubahan. Dengan dukungan yang tepat, mereka tidak hanya mampu menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat luas,” ujar Tuanku Muhammad.

Sebagai penutup, beliau berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada pengembangan potensi pemuda, sehingga Banda Aceh dapat memiliki generasi muda yang mandiri, produktif, dan berdaya saing tinggi di masa depan.



























