Britana.Com|| Banda Aceh – Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh Dapil Syiah Kuala–Ulee Kareng, Tuanku Muhammad, S.Pd.I., M.Ag., meminta pemerintah segera meredam isu terkait kecukupan stok bahan bakar minyak (BBM) yang disebut hanya mampu bertahan hingga 20 hari ke depan.

Isu tersebut dikaitkan dengan meningkatnya tensi konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang belakangan menjadi perhatian publik internasional dan berdampak pada kekhawatiran masyarakat di dalam negeri.
Permintaan itu disampaikan menyusul hasil pantauan di wilayah Kota Banda Aceh yang menunjukkan meningkatnya kepanikan (panic buying) warga akibat informasi yang beredar luas mengenai keterbatasan stok BBM. Sejumlah SPBU di Banda Aceh terpantau mengalami antrean panjang kendaraan sejak isu tersebut mencuat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemerintah harus bertanggung jawab atas isu yang telah beredar sehingga menimbulkan kepanikan di berbagai daerah, termasuk Aceh,” ujar Tuanku Muhammad dalam keterangannya di Banda Aceh, Rabu (5/3/2026).
Ia menyoroti kondisi Aceh yang dinilai masih dalam tahap pemulihan pascabanjir bandang yang melanda pada November 2025 lalu. Menurutnya, masyarakat belum sepenuhnya pulih dari dampak bencana tersebut, baik secara ekonomi maupun psikologis.
“Kita baru saja menghadapi musibah banjir bandang. Masyarakat masih dalam kondisi sulit, banyak yang mengalami trauma dan kesusahan. Jangan sampai ditambah lagi dengan kepanikan akibat isu yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya.
Menurutnya, isu kemampuan stok BBM di Indonesia harus disikapi secara hati-hati oleh pemerintah melalui komunikasi publik yang transparan, akurat, dan tidak menimbulkan multitafsir.
Ia menilai, penyampaian informasi yang tidak terfilter dapat memicu kepanikan massal di tengah masyarakat.
“Yang perang di Iran melawan Israel dan Amerika, tapi yang mencekam di Indonesia. Itu bisa terjadi jika pemerintah tidak memfilter informasi yang dibagikan ke masyarakatnya,” ujar Tuanku.
Ia menegaskan, pemerintah pusat maupun daerah harus segera mengambil langkah konkret untuk memberikan klarifikasi resmi serta memastikan ketersediaan stok BBM tetap aman, khususnya di Aceh dan Banda Aceh. Selain itu, ia meminta aparat terkait untuk menindak tegas penyebaran informasi hoaks yang memperkeruh suasana.

“Informasi yang tidak benar harus segera diluruskan. Jangan sampai keresahan ini terus meluas, apalagi saat ini kita sedang menjalani bulan suci Ramadan yang seharusnya menjadi momen khusyuk dalam beribadah,” katanya.
Sebagai wakil rakyat di Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad berharap permasalahan ini dapat segera diatasi melalui koordinasi lintas sektor dan penguatan komunikasi publik, sehingga masyarakat tidak lagi diliputi kekhawatiran berlebihan terkait ketersediaan BBM di wilayah Aceh, khususnya Banda Aceh.



























